BI Sultra-Pemda Koltim Kembangkan Padi Organik Sistem Demplot Pertanian Terintegrasi, Solusi Bertani Era Kekinian

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara memperkirakan tingkat perekonomian pada 2021 akan mengalami perbaikan jika upaya pemulihan ekonomi di daerah terus ditingkatkan. Salah satunya mendorong pengembangan sektor pertanian melalui demplot pertanian terintegrasi.

Terkait sektor pertanian, BI Sultra bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan pemangku kepentingan lainnya dalam mensukseskan program klaster padi sawah organik dengan sasaran program di Desa Mokupa, Mandoke, dan Desa Onemanu pada 2020-2023. Program ini merupakan salah satu upaya semua pihak dalam pemulihan ekonomi nasional.

Kepala KPwBI Sultra, Bimo Epyanto, mengatakan pengembangan klaster padi sawah organik ditujukan untuk mendorong percepatan peningkatan produksi, pengolahan pascapanen, perluasan akses pasar, dan pemanfaatan teknologi.

“Pengembangan klaster padi sawah organik di lokasi tersebut dilakukan melalui pengembangan demplot pertanian terintegrasi padi sawah dan peternakan sapi secara terukur dengan sistem digital (integrated digital eco farming),” jelasnya di Kota Kendari, Rabu (2/5/2021).

Sistem Integrated digital eco farming merupakan sistem pertanian terintegrasi dengan peternakan melalui pemanfaatan limbah ternak untuk kebutuhan pembuatan pupuk dengan teknologi MA-11 dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, serta penggunaan teknologi digital untuk mempermudah petani menentukan masa panen, perkiraan cuaca, kondisi tanah, dan faktor pendukung produksi lainnya sehingga mengoptimalkan hasil produksi dengan cara mempermudah rantai proses produksi.

Di samping bantuan teknis penguatan kelembagaan dan SDM, upaya BI dalam program itu juga mendorong pengembangan padi sawah melalui pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), berupa peralatan digital farming dan peralatan produksi pertanian kepada salah satu koperasi tani di Desa Mokupa.

“Tahun ini direncanakan pembangunan gudang dan lantai penjemuran untuk mempercepat ekosistem pengembangan padi sawah di Kabupaten Kolaka Timur, sekaligus wujud nyata dedikasi Bank Indonesia untuk negeri,” ujar Bimo.

Dalam panen perdana demplot padi sawah pada Senin (24/5/2021), memiliki produktivitas 7,1 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan produktivitas padi organik pada umumnya sebanyak 3-4 ton per hektare.

(Baca: Panen Demplot Padi Sawah Sistem Digital Farming, Sektor Pertanian Koltim Mulai Bangkit)

“Penerapan integrated digital eco farming pada demplot tersebut juga berhasil menurunkan biaya produksi dari 5-8 juta/hektare menjadi 3,5 juta/hektare dengan berhasil memanfaatkan tiga ekor sapi untuk kebutuhan satu hektare sawah,” terangnya.

Selain itu, sistem integrated digital eco farming mendukung desa mandiri pupuk yang menjadi solusi bagi masalah kelangkaan pupuk yang terkadang dialami oleh petani. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.