Bupati Butur Resmikan Pelepasan Pendistribusian Ribuan Paket Sembako

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara resmi melepas ribuan paket berisi sejumlah sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di pelataran Gedung Islamic Center Butur, Selasa (19/5/2020).

Pelepasan secara simbolis paket bantuan dipimpin langsung Bupati Butur, Abu Hasan serta dihadiri Wakil Bupati Butur Ramadio, Pj Sekda Budianti Kadidaa, Ketua DPRD Butur Diwan, Polres Butur AKBP Wasis Santoso, Dandim 1429 Buton Utara Letkol Kav Komaruddin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, dan para camat se-kabupaten Butur.

Sebanyak 15.260 keluarga akan menerima paket bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Butur tersebut. Dengan rincian, Kecamatan Kulisusu 5.300 keluarga, Kecamatan Kambowa 2.127 keluarga, Kecamatan Wakorumba Utara 1.599 keluarga, Kecamatan Kulisusu Utara 2.263 keluarga, Kecamatan Kulisusu Barat 1.954 keluarga, dan Kecamatan Bonegunu 2.017 keluarga.

Pendistribusian paket bantuan berisi sejumlah sembako di Kabupaten Butur, Selasa (19/5/2020). (Foto: Ardian Saban/SULTRAKINI.COM)
Id Bulog

Bupati Butur selaku ketua gugus tugas Covid-19 Butur mengatakan, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan tanpa terkecuali pemerintah kabupaten serta seluruh lembaga bergotong royong menunjukkan kepekaannya membantu masyarakat meringankan beban hidup di tengah pandemi Covid-19.

“Tidak terkecuali di Kabupaten Butur. Langkah-langkah ini kita lakukan secara masif secara terstruktur, mulai dari tingkat RT/RW kita libatkan sebagai relawan, kemudian dari tingkat desa/kelurahan kita libatkan dalam penanganan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Bupati Butur juga berharap, masyarakat tetap mengikuti arahan protokol kesehatan di tengah Covid-19. “Kita berharap masyarakat kita masih tangguh menghadapi bencana kesehatan, bencana pangan, dan mudah-mudahan ini tidak berdampak panjang,” ujarnya.

Menurutnya, semua yang terlibat dalam tim gugus tugas Covid-19 adalah bagian tugas dan harus dikerjakan. “Kita tidak tahu kapan wabah ini berakhir, tentu kita harus menunggu pengumuman dari WHO. Selain menunggu pengumuman secara nasional yang harus kita patuhi. Kita akan terus mengikuti perkembangannya, baik perkembangan regional, perkembangan nasional, maupun perkembangan internasional,” tambahnya.

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.