Cuma di Koltim, Tidak Bisa Nyanyi Pejabat Kena Denda Rp. 10 Juta

SULTRAKINI.COM: KOLTIM – Pejabat Koltim sepertinya harus sering-sering Olah Vocal. Agar nantinya tidak memalukan jika ditunjuk oleh atasan untuk menyumbangkan sebuah lagu dikegiatan kabupaten. Apalagi, seperti yang sudah disepakati pejabat yang tidak bisa olah vokal (Bernyanyi) akan kena denda senilai Rp, 10 Juta.

 

Komitmen pejabat yang tidak bisa bernyanyi akan kena denda ini, berdasarkan hasil kesepakatan bersama, Saat rapat Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Koltim yang ke 3 di aula kantor bupati Koltim pekan lalu yang dihadiri sejumlah SKPD dan Camat se Koltim.

 

Hasil rapat tersebut, jajaran SKPD dan Camat menyepakati dua hal menarik, dan sepertinya bisa membuat ribuan kasat mata tertawa terbahak-bahak, yaitu pertandingan sepak bola antara kesebelasan eksekutif dan kesebelasan legiselaf dengan menggunakan kostum Gaun wanita atau ‘’Daster’’ yang akan diselenggarakan di Lapangan Latamoro Tirawuta Koltim.

 

Sedangkan hasil kesepakatan ke dua yaitu lomba olah vokal. Jajaran SKPD eselon II dan III membawakan lagu Pop, sedangkan Camat membawakan lagu Dangdut. Dalam rapat persiapan penyambutan HUT koltim inilah semua SKPD dan Camat sepakati jika ada diantara mereka tidak ikut dalam perlombaan olah vocal maka kena denda Sebanyak Rp, 10 Juta rupiah.

 

Sepertinya acara ini seru banget, jadi masyarakat yang masih penasaran dengan suara emas pejabat Koltim silakan datang saksikan pada senin malam tetapnya pada tanggal 18 April di Gedung Latamoro Rate-rate.

 

Salah satu SKPD yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai mencari-cari lagu yang pas untuk dinyanyikan nanti. ‘’saya masih cari dulu lagu yang pas untuk saya nyanyikan. Kemungkinan lagu yang saya akan nyanyikan nanti lagunya Pance Pondang atau Brure.’’ujar dia.

Berkat kesepakatan merek sendiri, tidak heran hasil pantauan kami dua cafe karaoke bernyanyi di Koltim dipadati sejumlah pejabat. Mereka terlihat serius memesan lagu untuk dinyanyikan.

 

CitizenS: Dekri
Redaksi SULTRAKINI.COM menerima kiriman artikel citizen journalism (jurnalisme warga), barupa info, berita, maupun foto seputar wilayah Sulawesi Tenggara. Pembaca dapat mengirimkan artikel/foto melalui email: [email protected] atau editorsultr[email protected]. Kontributor artikel/foto kami menyebutnya CitizenS (jurnalisme pembaca SULTRAKINI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.