SULTRAKINI.COM: KENDARI - Direktur PT Baula Petra Buana, Adi membantah tudingan pencemaran lingkungan akibat aktivitas perusahan tambang di Muara Roraya Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Selasa (5/12/2017).

Direktur PT Baula Petra Buana Bantah Cemari Muara Roraya
Direktur PT Baula Petra Buana, Adi. (Foto ): Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Adi mengatakan, pihaknya telah melakukan uji sampel laboratorium terhadap kandungan air laut yang dituding telah tercemar akibat aktivitas perusahaan tambang milik PT Baula Petra Buana. Alhasil, kualitas air laut masih dalam kandungan normal dan tidak mengalami pencemaran zat kimia.

"Tim laboratorium Budi Daya Perikanan dan Air Payau Makassar sudah pernah melakukan uji kualitas air laut. Hasilnya negatif dan tidak terjadi adanya pencemaran seperti yang dituduhkan oleh masyarakat nelayan rumput laut sekitar," ujar Adi kepada SultraKini.Com, Selasa (5/12/2017).

(Baca: Demo Dugaan Pencemaran Lingkungan Berakhir Bentrok dengan Satpol PP)

Sementara itu, pihaknya mengungkapkan jika terjadi dampak terhadap lingkungan akibat aktivitas perusahaan tambang, mereka siap memberikan kompensasi terhadap masyaralat nelayan.

"Sebelumnya kami sudah hearing di DPRD Konsel bahwa jika memang ditemukannya ada dampak terhadap lingkungan, kami siap bertanggungjawab dalam memberikan kompensasi. Namun jika tidak ada dampak, ya tentunya kompensasi itu tidak mungkin akan dilaksanakan. Karena kami tetap mengacu pada hasil kesepatakan bersama," jelas Adi.

Diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat nelayan rumput laut Kecamatan Tinanggea, Konsel, menggelar unjuk rasa di kantor Gubernur Sultra pada Selasa, 5 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 Wita. Demonstran menuntut PT Baula Petra Buana dicabut izinnya, karena diduga telah mencemari lingkungan di Muara Roraya akibat aktivitas perusahaan tersebut.


Laporan: Wayan Sukanta

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations