Kecelakaan di Hari Akad, Pria Ini Nyaris Nikah di Puskesmas

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Malang tak dapat ditolak. Sebaik-baik rencana manusia, Tuhan jualah yang menentukan jalannya. Begitu pula yang dialami Arcenda (23), warga Desa La Moahi Kecamatan Kulisusu Utara, Buton Utara.Di hari pernikahannya, Sabtu (20/2/2016), ia mengalami kecelakaan sepeda motor hingga kaki kanannya di gibs oleh petugas medis. Rencana awal untuk menikah di rumah mempelai wanita dalam kondisi sehat wal afiat pun tak dapat dijalani.Meski demikian, hajatan yang sudah direncanakan tetap berlanjut. Ia terpaksa melangsungkan pernikahan dengan Wa Sari (22) meski dalam kondisi pincang, di rumah mempelai wanita.Bahkan pasca kecelakaan yang dialaminya, pihak keluarga berencana menikahkan dua sijoli ini di ruang inap (Ranap) Puskesmas Kulisusu. Sebab, Arcenda tidak bisa menggerakan kakinya saat itu.Kejadian yang menimpa Arcenda, bermula ketika hendak menuju Desa La Moahi untuk mengambil surat izin menikah. Tepat di perempatan Loji, sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan. Kuda besi yang menabraknya tidak diketahui, sebab langsung tancap gas alias kabur.Dalam kondisi yang masih kesakitan, Arcenda langsung dibawa ke Puskesmas Kulisusu. Kaki sebelah kanan mengalami retak, hingga harus digibs.\”Tadi mau ambil surat izin nikah di kampung. Tapi, pas di simpang empat Loji ditabrak,\” tutur Arcenda saat ditemui di Puskesmas.Ia mengaku, kemungkinan ijab kabul akan dilangsungkan di Puskesmas Kulisusu mengingat kondisi kaki kanannya yang belum bisa digerakan. Informasi ini sempat membuat heboh para pegawai Puskesmas, sebab jika pernikahan ini benar, maka yang pertama terjadi di Ranap Puskesmas.Rencana itu batal, karena pada pukul 14.00 Wita, Arcenda diambil oleh keluarganya dibawa ke rumah mempelai wanita di Desa Rombo untuk melangsungkan pernikahan. \”Saya kira jadi menikah disini. Ternyata batal,\” kata salah seorang perawat Puskesmas Kulisusu.Editor: Gugus Suryamana

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.