Iklan Clarion

La Ode Trifandi Anas: Perindo Muna Optimis Raih Satu Fraksi di Pileg 2019

SULTRAKINI.COM: MUNA – Sebanyak 53 bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Partai Perindo Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, patut bernapas lega. Pasalnya, perjalanan panjang mengikuti tahapan seleksi telah terbayar dengan didaftarkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meskipun Bacaleg telah mendaftarkan diri, namun masih ada tahapan-tahapan selanjutnya yang harus dilalui. Berdasarkan informasi dari situs web resmi KPU RI, terdapat 16 tahapan yang harus dilalui calon anggota DPR, anggota DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Pertama, tahap pendaftaran yang dibuka sejak 4 hingga 17 Juli 2018. Kemudian, verifikasi administrasi bakal calon pada 5 sampai 18 Juli 2018. Terakhir, pengumuman daftar calon tetap (DCT) pada 21-23 September 2018. Sedangkan pemilihan legislatif (pileg) dilaksanakan serentak pada Rabu, 17 April 2019 di seluruh Indonesia.

Ketua Partai Perindo Kabupaten Muna, La Ode Trifandi Anas, mengatakan sejak jauh hari telah melakukan penjaringan dan penetapan bacaleg sebelum didaftarkan ke KPU. Itu dilakukan agar mereka yang tidak terakomodir bisa memilih mendaftar di partai lain.

“Tanggal 3 Juli 2018, kami sudah melakukan penetapan lolos tidaknya menjadi bacaleg di Perindo,” kata Fandi, panggilan akrab La Ode Trifandi Anas, Jumat (20/7/2018).

Fandi meyakini, teman-teman bacaleg yang mendaftarkan diri di Partai Perindo atau partai manapun, sebelumya sudah melakukan sosialisasi dengan memberi kabar termasuk sanak keluarga akan niatan untuk maju sebagai caleg. Inilah yang menjadi pedoman dasar Partai Perindo Kabupaten Muna untuk lebih awal melakukan penjaringan dan penetapan.

“Artinya dari situ memang kami lihat sebagian dari mereka tujuannya untuk mengabdikan diri sebagai wakil rakyat, untuk menghindari jangan sampai tidak lolos di Perindo, maka tidak bisa caleg lagi karena pendaftaran di partai lain sudah tutup,” ujar Fandi.

Dikatakan Fandi, bagi mereka yang gugur, oleh Perindo dibantu fasilitasi ke partai lain agar niatan mereka untuk caleg tetap terakomodir. Kabar baiknya, semuanya terakomodir karena masih ada sisa waktu untuk melakukan persiapan-persiapan yang disyaratkan oleh partai tersebut.

“Saya sangat sedih melihat sahabat-sahabat saya yang di pilcaleg-pilcaleg sebelumnya pernah punya niatan maju sebagai caleg, harus pupus di tengah jalan karena tidak mendapatkan kendaraan partai politik, sementara untuk mendaftarkan diri ke partai lainnya, peluang itu sudah tidak ada alias batas pendaftaran yang ditentukan oleh penyelenggara sudah selesai,” kata Fandi.

Menurutnya, mekanisme dan pola yang dilakukan saat penjaringan bacaleg Partai Perindo Kabupaten Muna, misalnya pada penetapan wilayah, jika ada dua atau lebih bacaleg berdomisili di satu kelurahan atau desa harus disaring lagi hingga mendapatkan satu bacaleg.

Selanjutnya, Partai Perindo menerapkan pengelompokkan jenjang usia dalam penjaringannya di setiap dapil dengan komposisi bacaleg kelompok usia dua puluh tahunan, tiga puluh tahun, empat puluh sampai enam puluh tahun. Disamping itu, selain berdasarkan wilayah dan kelompok usia, juga melakukan penggolongan berdasarkan profesi dan perannya di masyarakat.

“Misalnya, dalam satu dapil terdapat seprofesi, maka salah satunya harus digugurkan,” ucapnya.

Hal tersebut sebagai upaya adanya keterwakilan dari masing-masing kelompok, mulai dari kelompok umur, profesi maupun wilayah. sehingga nawaitu memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat bisa terlaksana.

Dirinya optimis ketika caleg Perindo duduk sebagai anggota legislatif akan amanah, karena penjaringan yang sangat ketat sudah dilakukan dan rata-rata dari mereka adalah tokoh masyarakat di dapilnya. Bahkan kebanyakan yang menjadi caleg di Perindo sebelumnya sudah punya penghasilan.

Dia juga berkomitmen memprioritaskan wajah-wajah baru dikancah perpolitikan Kabupaten Muna dengan harapan Perindo sebagai Partai baru bisa melahirkan politisi baru yang amanah.

“Insya Allah, kami akan merebut satu kursi ditiap dapilnya,”pungkasnya.

Laporan: Novrizal R Topa
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.