Nasib Atlet Tenis Meja Sultra di PON, Numpang Latihan dan Biaya Sendiri

SULTRAKINI.COM:KENDARI- Dibebani perolehan emas oleh Komite Olahraga Nasional Indoneia (KONI) Sultra tak membuat nasib atlet tenis meja di Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat 2016 lebih baik. Malahan, nampaknya bak ayak kehilangan induk.

 

Betapa tidak, dalam pemusatan latihan sebagai persiapan jelang pelaksanaan PON 2016 di Jawa barat, para atlet masih belum mendapat dukungan pemerintah. Untuk kebutuhan latihan, mereka masih menggunakan dana pribadi serta menumpang di club kota lain.

 

Dihubungi SULTRAKINI.COM via telepon, Atlet Tenis Meja Sultra, Fery Fadly mengatakan lokasi latihan dilakukan didua tempat dengan membentuk club, yaitu Ragunan (Jakarta) dan Bogor. Untuk memenuhi kebutuhan selama latihan, para atlet menggunakan dana pribadi.

 

Tak hanya itu, untuk tempat latihan, para atlet yang terdiri dari tiga putra dan satu putri ini juga masih menumpang di lokasi latihan dari milik club dari kota lain.

 

\”Masing-masing atlet itu masih terpencar bukan di satu tempat, makanya tidak belum fokus karena kita numpang latihan di club lain. Tiga kali per minggu karena menyesuaikan tempat latihan,\” katanya.

yamaha

 

Alasan menumpang, kata Dia, karena anggaran untuk para atlet masih menjadi hambatan untuk memenuhi kebutuhan termasuk perlengkapan para atlet. Olehnya itu, Ia bersama rekan masih mengikut dengan jadwal latihan atlet dari daerah lain yang te;ah memiliki tempat latihan.

 

Keterlibatan para atlet di PON cabang tenis meja akan masuk dikelas beregu dan perorangan. Keenam atlet tenis meja asal Sultra tersebut yakni, Sardianto, Mamat Rahmat, Fery Fadly, Rahedin dan Ainun Jeges.

 

Untuk cabang tenis meja, Kata Fery ini untuk pertama kalinya Sultra dapat meloloskannya di PON setelah puluhan tahun. Hingga saat ini, para atlet masih menunggu respon anggaran dari pemerintah Sultra.

 

\”Kita berharap bisa dapat mendali,\” tambah Fery.

 

Editor : Taufik Qurahman 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.