Pandemi Covid-19 Peluang bagi Investor Sampai Pasar Saham Cenderung Sideways

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tenggara mencatatkan pada empat bulan terakhir (Januari hingga April 2021) jumlah investor meningkat jadi 8.670. Hal tersebut dipengaruhi harga saham yang turun dimasa pandemi Covid -19.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tenggara, Ricky mengatakan masa pandemi merupakan peluang besar untuk para investor karena banyak saham yang makin menarik dengan harganya yang semakin murah.

“Jadi peluang peningkatan investor selama pandemi karena harga saham menurun, hal lain yang menyebabkan pertumbuhan investor juga yaitu masyarakat mencari alternatif pendapatan selama sektor riil kurang bergerak,” ungkap Ricky, Kamis (20/5/2021).

Menurut Ricky, pandemi Covid-19 bila dapat ditangani dengan baik kemungkinan harga saham bisa cenderung menguat.

“Semuanya tergantung perkembangan pandemi Covid-19 ini, namun sebaliknya bila Covid-19 tidak dapat ditangani dengan baik, kemungkinan besar pasar masih akan cenderung sideways,” jelasnya.

Sideways adalah kondisi dimana market sedang datar, dimana terjadi keraguan dalam market. Ciri-ciri sideways adalah terbentuknya gunung kecil dan lembah yang dangkal dengan candle hijau dan merahnya berbentuk pendek-pendek, pergerakan market stabil tidak naik tidak juga turun.

Lanjut Ricky, data BEI selama bulan Januari sampai April 2021 di Sultra sebaran pemilik aset saham terbesar yaitu investor yang berusia 41-100 tahun sebesar Rp93.658.134.027,-. 

“Disusul investor yang berusia 31- 40 tahun memiliki aset Rp12.333.307.636,- kemudian yang berusia 26-30 tahun Rp5.964.926.796 dan terakhir Invertor yang berusia 18-25 Rp408.849.177,-,” ujarnya.

Berdasarkan catatan BEI Sultra hampir 50 persen investor di Sultra didominasi generasi milenial yaitu yang berusia 18-25 tahun.

Oleh itu, BEI Sultra terus meningkatkan edukasi dan akan menambah lebih banyak lagi galeri investasi dengan harapan semakin banyak masyarakat yang dapat mengenali Pasar Modal.

“Kami terus menjalin kerjasama dengan berbagai macam instansi, meskipun saat ini kegiatan masih bersifat online. Jadi selain untuk menghindari penularan pandemi Covid-19 melalui edukasi online ini kita dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Sultra yang mungkin tidak berada di kota Kendari,” tuturnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.