Rencana Maret, Pelabuhan Bungkutoko Diresmikan Presiden

SULTRAKINI.COM: KENDARI- Setelah dinyatakan selesai pembangunannya, Pelabuhan Bungkutoko, Kota Kendari siap untuk diresmikan. Peresmian ini sendiri rencananya, akan dilakukan oleh Presiden joko widodo.

 

Untuk melihat kondisi pelabuhan jelang peresmian, Bidang Hubungan Masyarakat, Direktorat perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan Pusat Jakarta Bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi V melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan Bungkutoko.

 

Humas Perhubungan Laut Pusat Jakarta, Silo mengatakan, kunjungannya ke pelabuhan bungkutoko ini dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu untuk diresmikannya pelabuhan pada akhir maret atau awal april nantinya.

 

\”Pelabuhan Bukutoko merupakan salah satu proyek yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,\”jelasnya.

 

Menurutnya, dengan beroperasinya pelabuhanan bungkutoko nantinya akan meningkatkan perekonomian Sultra dan memperlancar arus bongkar muat. Karena pelabuhan yang di Kota lama sudah cukup padat sehingga khusus untuk bongkar muat hanya dilakukan di pelabuhan Bungkutoko.

 

Dalam kunjungan ini, selain Tim Direktorat Perhubungan Laut, turut juga melakukan kunjungan kerja Tim DPR RI dari komisi V  ke pelabuhan Bungkoto.

yamaha

 

Selain meninjau Pelabuhan, anggota DPR RI komisi V dapil Sultra, Ridwan Bae juga melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi serta Instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Bae mengatakan kalau kunjungan kerjanya untuk melihat masalah-masalah apa yang dibutuhkan oleh daerah.

 

Pada kunjungannya kali ini, Tim DPR RI diterima langsung oleh pemprov yang dipimpin langsung oleh gubernur Sultra Nur Alam dengan seluruh instansi yang terkait pada bidang komisi V. \”Kita akan melihat kesulitan-kesulitan apa di daerah yang terkait dengan belanja anggaran pendapatan negara,\”ujar Ridwan Bae saat kunjungan kerja di Sultra, Senin (21/3/2016).

 

Menurut Ridawan, ini menjadi tanggung jawab dan kewajiban anggota DPR RI komisi V yang khususnya dapil Sultra untuk memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan bagian dari daerah Sultra.

 

Dijelaskannya juga, bahwa yang menjadi persoalan sekarang ini adalah komunikasi antara pemda dalam hal ini, bappeda, perhubungan. Kemudian jalan yang masih kurang dipahami ini, akan dibahas dalam pertemuan DPR RI komisi V dengan pemprov beserta seluruh pemda kabupaten/kota.

 

Ridwan Bae menyarankan, kalau bisa Sultra dapat menjadi pusat daerah pariwisata. Olehnya itu, kebutuhan sarana pariwisata dapat segera bisa ditangani seperti jalanan, penggerukkan dan sebagainya. Salah satu ikon yang dapat menjadi andalan Sultra yakni Teluk Kendari.

 

\”Sekarang kami masih menunggu program dari Pemprov karena DPR bukan perancang, selama rancangan itu tidak menganggu kehidupan masyarakat yang ada, maka dapat berdampak lebih baik untuk Sultra,\”tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.