Seluruh Program Pembangunan Fisik di Lasalimu Finis, TMMD Akan Ditutup

SULTRAKINI.COM: BUTON – Seluruh program kerja pembangunan fisik maupun non fisik TMMD ke 110 di Kabupaten Buton, Kecamatan Lasalimu oleh Kodim 1413/Buton dibawah Komando Kodam Hasanuddin menjelang pada H-1 penutupan, sudah dinyatakan finis secara keseluruhan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Dandim 1413/Buton, 

“Progres seluruh program pembangunan fisik maupun non-militer fisik hari ini semua sudah 100 persen finis,” kata Letkol Inf Arif Kurniawan, Dandim 1413/Buton saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di handphone, Selasa (30/3/2021).

Letkol Inf Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke 110 Kodim 1413/Buton dibawah pimpinan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumakka, dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Lasalimu Selatan selama 30 hari sejak 2 Maret 2021 dan akan ditutup pada Rabu, 31 Maret 2021.

Adapun sasaran pembangunan fisik TMMD yang telah tuntas yaitu di Desa Sangia Arano diantaranya pembangunan 1 unit masjid ukuran 16×13 meter, renovasi jembatan gantung ukuran panjang 22 meter dengan lebar 2 meter, pematangan sarana publik, pembangunan drainase ukuran panjang 200 meter.

Pembangunan sasaran fisik di Desa Mulya Jaya diantaranya pembangunan pagar Masjid ukuran panjang 80 meter, pemasangan paving blok halaman Masjid dengan luas 160 meter kubik, dan pembangunan 3 unit MCK (Mandi, Cuci, Kakus) masing-masing dengan ukuran 2×1,5 meter.

Sementara pembangunan sasaran fisik di Desa Harapan Jaya yaitu pembangunan 4 unit MCK ukuran 2×1,5 meter.

Pemerintah daerah maupun masyarakat sangat merasa bersyukur dengan adanya TMMD di wilayah hukumnya. Hal tersebut dikatakan oleh masing-masing kepala Desa di wilayah pelaksanaan TMMD.

Kepala Desa Mulya Jaya, La Ode Halim mengatakan mewakili masyarakat dirinya mengucapkan banyak terimakasih atas kerja keras personil TMMD dalam pembangunan diwilayahnya khususnya.

Menurutnya, seluruh program pada TMMD ini memang sangat dibutuhkan masyarakatnya baik dalam bentuk pembangunan fasilitas umum, maupun berupa pelayanan non fisik daripada TMMD. Pembangunan MCK yang saat ini dibutuhkan masyarakat yang memang tidak memiliki jamban pribadi dirumahnya membantu masyarakat bisa hidup lebih sehat.

“Memang tidak semua masyarakat disini rumahnya punya WC pribadi,” katanya, Selasa (30/3/2021).

La Ode Halim juga merasa bersyukur dimana seluruh sasaran kegiatan non fisik TMMD yang dipusatkan di Desa Mulya Jaya, dimana pihaknya menyediakan balai desa yang efisien untuk digunakan selama TMMD.

Sasaran non fisik yang sudah dilaksanakan diantaranya pelayanan KB dan sunat masal, penyuluhan narkoba dan radikalisme, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian dan penanaman pohon, penyuluhan media sosial, dan sosialisasi wawasan kebangsaan. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.