Seminar Pendidikan Karakter Budaya Lokal, Bentuk Penyadaran Generasi Muda di Era Globalisasi

SULTRAKINI.COM:MUNA- era globalisasi tentunya memberikan dampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan informasi yang ada di dunia. Seperti halnya ragam budaya di setiap negara termasuk Indonesia. Tentunya ini membawa pengaruh positif maupun negatif, misalnya unsur budaya lokal yang kapan saja bisa mengalami pergeseran hingga tradisi kekhasannya mulai pudar di generasi ke generasi.

Menurut Dosen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Dr. Wa Ode Sifatu, inti dari budaya intrnasional sedikitnya ada empat kemampuan dan 10 sikap yang dimiliki setiap orang. Empat kemampuan, yaitu kemampuan berhitung, bernegosiasi, menjual dan melayani. Tentunya harus memiliki kecerdasan untuk memahami suatu produk.

“Dalam hal melayani, suatu kegiatan penting berupa pertemuan yang memenuhi kriteria internasional, multi promosi dan memiliki dampak berganda yang ditandai dengan image atau citra disertai kreatifitas,” Katanya dalam Seminar Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal, di Aula Galampa Kantolalo, Selasa (31/1/2017).

Sementara 10 sikap lainnya sangat penting dalam membangun budaya lokal dari aspek dunia kerja. Sepuluh sikap itu, yakni keramah tamahan, kreatifitas, produktifitas, disiplin, kerjasama, daya tarik, appearance, kepedulian, andil dan adil.

Dalam kebudayaan nasional di Indonesia, dikenal adanya pancasila. Sedangkan kebudayaan lokal muna dikenal ihino wambano toba, ihino kaghati, ihino kantolalo serta gelar peribadi.

“Kalau ditemukan ada kebudayaan Muna yang menyimpang, perlu bersama sama merumuskan kebudayaan muna yang baru,” ujarnya dalam acara yang digelar Kelompok Studi Mahasiswa Katobu.

Mempertahankan kekhasan budaya lokal, perlu dilakukan utamanya kepada generasi muda melalui peran serta para tokoh masyarakat maupun tokoh adat setempat. “Kami juga berencana menyelenggarakan kegiatan untuk bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap sarana olahraga kebanggaan masyarakat Muna. Dengan begitu, dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya diadakan pendidikan karakter yang berkelanjutan,” pungkas salah satu Panitia seminar Pendidikan Karakter Berbasis Budaya lokal, Randy Kurniawan.

Kegiatan ini juga, dihadiri Wakil Bupati Muna, Malik Ditu, Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional, Asar Dulu, guru pendamping dan para siswa tingkat SMA dan SMK Se-Kabupaten Muna.

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.