Festival Pesona Budaya Tua Buton

Sudah Saatnya Ayah Luangkan Waktu Untuk Anak

SULTRAKINI.COM: Hari ayah terdengar seperti budaya baru di Indonesia. Meski tidak sepopuler hari ibu, hari ayah tetap dirayakan banyak orang di seluruh dunia dengan memberikan hadiah, kartu, atau ucapan terimakasih atas jasa-jasanya.

Perlu di ketahui, memelopori hari ayah nasional bukanlah kaum laki-laki, melainkan wanita. Kaum ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) menggelar deklarasi hari ayah pada 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.

Seperti dikutip dari laman Sumenep.go.id, deklarasi juga digelar bersamaan oleh beberapa anggota PPIP di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketua PPIP kala itu, Gress Raja, mengatakan hari ayah lahir karena figur ayah dalam lingkungan keluarga. Dia memegang peran penting dalam pembentukkan karakter keluarga sehingga ayah dan ibu adalah satu kesatuan.

Seorang ayah tidak pernah bosan mendidik anaknya, walau pun terkadang terlihat marah, tetapi semuanya dicurahkan demi kebaikan anak-anaknya.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto berbagi tips bagi ayah agar anak Anda tumbuh dengan hebat. Simak tipsnya berikut ini.

1. Luangkan waktu untuk anak, sesibuk apapun

Artinya, kita harus fokus pada mereka dan kebutuhannya. Melakukan hal yang mereka inginkan walau pun  kesibukan di depan kita. Luangkan waktu sebisa mungkin bersama mereka walau hanya lima menit.

2. Berikan keteladan positif

Untuk membentuk karakter anak yang baik, orang tua harus mendidiknya dengan baik pula. Pendidikan yang baik bagi anak harus mampu membentuk karakter sehingga tumbuh dalam kehidupan.

3. Menjadi penyemangat dan pendukung, agar anak selalu melakukan hal positif

Jangan biarkan anak memilih jalannya sendiri, arahkan setiap keinginanya kepada hal yang lebih baik. Jadilah tempat curhat terbaik bagi anak dengan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi anak, ketika anak merasa tidak ada teman yang cocok dengannya maka jadilah teman yang baik bagi anak, ketika anak merasa sedih karena temannya jadilah sahabat yang menegarkannya dan lebih dari pada itu jadilah orang tua yang pengetian dan teladan yang baik bagi anak.

4. Apresiasi bila anak berhasil melakukan hal positif, jelaskan bila ada kesalahan pada anak

Saat anak melakukan kesalahan, seringkali orang tua panik. Berusahalah untuk selalu memberikan penjelasan terhadap apa yang dilakukannya, dukunglah setiap hal positif yang dibuatnya.

5. Jadilah pendengar yang baik dan bijaksana

Jadilah figur bijaksana dalam menyelesaikan masalah, karena hal demikian akan jadi ‘sekolah pertama’ bagi anak dalam membangun relasi sosial dengan sebayanya.

6. Hindari perilaku kekerasan dalam pengasuhan

Sudah selayaknya memberikan tempat yang nyaman dan aman bagi pertumbuhan secara fisik dan mental seorang anak yang sedang tubuh dan berkembang. Hal ini bukan hanya tanggung jawab sebuah keluarga bahkan juga masyarakat, pemerintah dan negara. Hak-hak perlindungan anak dijamin dalam sebuah undang-undang.

7. Libatkan anak dalam mengambil keputusan sesuai tahap perkembangannya

Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant mengemukakan, sebagai orangtua kita harus memberikan kesempatan anak untuk turut mengambil keputusan termasuk dalam hal pemilihan menu makanan.

8. Hindari game/mainan dan tontonan yang tidak aman bagi anak

Game atau mainan perlu diseleksioleh ayah. Salah satunya agar anak mudah mengerti adalah dengan cara, pantau dan jelaskan agar anak memiliki kemampuan memilih mainan dan tontonan positif.

Di momen ini, sejumlah petikan ungkapan menyentuh rasa bisa kamu gunakan sebagai hadiah atau kado di hari ayah.

“Ayah, maafkan aku yang selalu membantah setiap perintahmu, membuatmu marah dengan sikapku, tidak pernah mau mendengarkan kata-katamu.”

“Ayah, terima kasih untuk kasih sayangnya selama ini, tetaplah jadi ayah yang terbaik yang selalu mendidikku dalam kebaikan, aku bangga bisa punya sosok ayah seperti ayah dalam kehidupanku.”

“Kini ku berjanji untuk semua kerja kerasmu. Ku berikan untuk semua kasih sayangmu. Dan ku berjanji untuk ketulusan hatimu. Bahwa aku akan selalu menjagamu. Aku akan selalu menyayangimu hingga akhir hidupku. Terima kasih ayah untuk semua kasih sayangmu.”

Sumber: Kompas.com, Cnn Indonesia dan Female Info

Penulis: Hariati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.