Iklan Clarion

Warna Tugu Lagadi di Mubar Undang Kritikan dari Warganet

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Warna tugu Lagadi di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengundang kritikan dari sejumlah warganet. Nampak dua warna mendominasi tugu yang didentik dengan warna Partai Nasdem. Sejumlah kritik diutarakan di media sosial atas unggahan tersebut.

“Z sebagai putra asli lagadi merasa kecewa dgn warna tugu ini.
Ini bukan tugu partai Nasdem, karna tugu ini ada 20 tahun lalu sebelum partai Nasdem lahir. Ini pembodohan yg sangat luar biasa,” tulis Antong Zellebour Suleman.

Tiris Nambela Ode: Z juga secara pribadi tidak menerima ketika warna dari pada tugu lagadi sama dengan warna salah satu partai politik, kuat dugaanku bahwa ini adalah unsur kesengajaan, jangan kemudian kita yg hari ini berada di struktur pemerintahan beralibi bahwa sanya warna dari pada tugu itu adalah keinginan pemerintah desa lagadi ini sungguh tidak mungkin, kuat dugaan z bahwa cat dari pada tuggu ini adalah keinginan penguasa dan sengaja menghilangkan warna sebelumnya karna unsur ketidak sukaan.

Sementara akun Facebook minun Odhe Syahputra menuliskan Tugu tersebut terletak di tanah lahir kami sblum org” luar dtg di kampung kami. Tugu perahu sawerigading adalah tugu bersejarah bkn tugu kaleng kaleng jgn smakan dgn tugu” lain (tugu sapi tugu ayam). Jgn seenakx mengubah keadaan tugu ini tersebut jgn smpai terjadi sesautu . Ini sdh mengundang kontroversi terhadap msyarakt. Kami berhak mengkiritik krna tugu tersebut trletak di kampung kami.

“jangan hanya karna kita fanatik dengan salah satu partai sehingga menghilangkan nalar berpikir kita sebagai kaum intelektual.
Ingat….. Jangan memancing reaksi kami dari masyarakat awam,” tulis minun Odhe Syahputra.

Dalam sebuah pernyataan yang beredar Ahmad Abas Karip juga berkomentar “warna tugu lagadi tidak ada sama sekali kaitanya dengan parpol Nasdem, Warna tugu tersebut juga bukan kebutuhan partai kami. Warna itu keinginan pemerintah muna barat. Bukan ke inginan kami pimpinan partai”.

“Saya sampaikan kpd keluargaku semua yang komen ini warna tugu… Jangan kebakaran hati atw kecwa atw curiga dengan warna cet tugu,” tulisnya melalui akun Facebooknya Ahmad Abas Karip.

“Cara berpolitik itu bukan bgt …. Bukan memfitnah atw memprofokator. Semua partai yg bina pemerintah biar partaix siapa,” tulis Ahmad Abas Karip.

“Itu warna bukan partai kami inginkan… Atw pengurus kami cet tp itu warna kesukaan pemerintah desa lagadi. Jgn brfikir serba politik alangkah baikx kita hadapi kesibukan masing2,” tegasnya.

“Biasa saja lah, yang kritis itu gila kekuasaan. Pengen kuasa tapi belum ditakdirkan. Nanti mi juga mereka berkuasa baru cet warna kesukaannya,” kata Ahmad Abas Karip menanggapi pernyataan warganet kepada SultraKini.Com, Minggu (2/12/2018).

Laporan: Akhir Sanjaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.