Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa Maknai HUT RI ke-77 sebagai Momen Bangkit dan Berjuang

  • Bagikan
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa membuka Polseni antar-OPD di halaman Kantor Bupati dalam rangka HUT RI ke-77. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Bupati Kery Saiful Konggoasa mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar pekan olahraga dan kesenian (Porseni) lintas organisasi perangkat daerah.

Pekan olahraga lingkup OPD Pemkab Konawe itu dibuka secara resmi oleh Kerry Saiful Konggoasa di halaman Kantor Bupati yang akan berlangsung selama 10-15 Agustus 2022.

Suasana pembukaan Polseni antar-OPD di Kabupaten Konawe. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Pembukaan Porseni antar-OPD itu diawali dengan parade dari Lapangan Monapa menuju Kantor Bupati Konawe yang melibatkan semua instansi di wilayah setempat.

Penyelenggaraan Porseni ini juga mendapat sambutan baik dari masyarakat. Mereka berbondong-bondong datang menyaksikan setiap agenda dan item perlombaan.

Suasana pembukaan Polseni antar-OPD di Kabupaten Konawe. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Bupati Kery mengatakan, pelaksanaan rangkaian Porseni antar-OPD dimaksudkan untuk meningkatkan persatuan, persaudaraan, dan mempererat tali silaturahim yang terjalin antar-warga dan aparatur sipil negara yang dibalut dalam kemeriahan hari kemerdekaan ke-77.

“Semoga dengan olahraga dan seni ini semangat persatuan dan kemerdekaan ini dapat terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Menurut Kery, kemerdekaan bukan sekadar ritual belaka, tetapi ajang membangun bangsa, khususnya membangkitkan pembangunan dan kesejahteraan di Konawe.

“Mari jadikan semangat kita hari ini sebagai semangat perubahan yang akan membawa Konawe lebih maju dan gemilang di masa mendatang. Jika kita kembali mengenang peristiwa bagaimana para pejuang serta pendiri bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini, yakni Indonesia Raya,” jelasnya.

Baca:   Besok, Gubernur Sultra Tinjau Pembangunan di Kota Baubau

Peristiwa perjuangan tersebut, lanjut Kery, terdapat dua hal yang menjadi pelajaran bagi segenap ASN atau masyarakat. Pertama, perjuangan TNI-Polri dan seluruh rakyat Indonesia itu didasari oleh niat tulus dan ikhlas sehingga perjuangan ini dapat diridai Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, perjuangan yang dilakukan TNI-Polri dan masyarakat pada saat itu juga didasari persatuan yang sangat kuat, sehingga tidak mudah dikalahkan baik oleh tekanan fisik maupun mental dari para penjajah.

“Dalam merefleksikan semangat para pejuang leluhur kita di era saat ini dalam melaksanakan pembangunan, kita harus memiliki niat tulus dan ikhlas serta didasari semangat persatuan kuat, sehingga tidak ada dusta di antara kita,” ujar mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Peserta Polseni antar-OPD di Kabupaten Konawe. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Kery juga mengimbau bahwa dalam pesan Presiden RI Joko Widodo pada pertemuan IMF-World Bank di Bali, pemerintah dan masyarakat mesti bersiap karena akan mengalami kondisi “Winter Is Coming” yang dimaknai dengan ekonomi dunia akan mengalami pelemahan.

Khusus di negara Indonesia, hal itu masih bisa dihindari dikarenakan fundamental sektor ekonomi Indonesia hingga saat ini masih cukup kuat di tengah badai krisis global.

“Kondisi ekonomi dunia itu mulai dirasakan di beberapa negara, Alhamdulillah Indonesia masih terhindar dari hal itu, sehingga patut kita syukuri,” tambahnya.

Baca:   Berkah HUT Konawe, Korban Kebakaran dapat Bantuan Pemda

Bupati Konawe dua periode itu mengajak masyarakat untuk menyadari kemerdekaan ini bukanlah sebuah tanda untuk berhenti berjuang, melainkan sebagai tanda agar kita berjuang lebih keras lagi.

Bung Karno pernah berpesan “Perjuangan saya lebih mudah karena hanya melawan penjajah, namun perjuangan penerus bangsa ini akan lebih sulit karena melawan rakyat sendiri”.

“Makna tersirat dari pesan itu bahwa beliau mengingatkan jika dulu musuh kita itu jelas dan nyata terlihat, namun saat ini musuh kita ada dalam diri kita semua, rasa malas, berbangga diri, dan potensi perpecahan di masyarakat kita sendiri. Itu yang patut kita waspadai,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Konawe, Muhammad Nur menyampaikan Porseni diikuti semua instansi/badan/ lingkup vertikal di wilayah itu.

“Untuk jenis lombanya mulai dari defile, gerak jalan 17 kilo, bola gotong, lari karung, dan tenis meja,” jelasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan