Cara Menjaga Tubuh di Tengah Suhu Panas Ekstrem

  • Bagikan
Gambar ilustrasi orang minum (Foto: Abdetinfo.com)
Gambar ilustrasi orang minum (Foto: Abdetinfo.com)

SULTRAKINI.COM: Indonesia dilanda suhu ekstrem di berbagai wilayah yang menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu ekstrem yang melanda di Indonesia menunjukkan suhu udara maksimum mencapai 37 derajat selsius sejak 19 Oktober 2019. Hawa panas dan kering yang terjadi menjadi salah satu penyebab dehidrasi yang dialami oleh banyak orang.

Dehidrasi terjadi saat tubuh mengalami kekurangan cairan, kemudian menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, lesu, hingga sembelit yang dilansir dari Medical News Today, Minggu 29 September 2019.

Dalam tubuh manusia terdapat sebanyak 75 persen bagian terdiri dari air yang ditemukan dalam sel pembuluh darah. Meski kandungan air tersebut selalu menghilang dari tubuh saat beraktivitas, namun manusia dapat mengisinya kembali dengan mengonsumsi cairan. Sehingga penting bagi kita untuk selalu memerhatikan cairan yang masuk kedalam tubuh agar tidak lemas bahkan jatuh sakit saat dehidrasi menyerang.

Cairan memiliki peranan penting dalam tubuh, kenapa? Kmarena cairan yang terdapat dalam tubuh ini dapat mengendalikan suhu tubuh dan mendukung kerja organ-organ tubuh.

Lantas, cara apa yang dapat dilakukan agar tubuh tetap terhidrasi meski berada di tengah aktivitas padat dan cuaca yang panas?

Baca:   Pemerintah Arab Pastikan Penyelenggaraan Haji 2021

1. Perbanyak Minum Air putih
Air putih dipercaya dapat memberikan efek baik untuk kesehatan. Air dalam kondisi suhu sedang merupakan pilihan yang tepat untuk menopang semua cairan yang ada dalam tubuh saat cuaca panas.

Sehingga tidak dianjurkan untuk meminum air yang panas maupun air dingin saat cuaca kemarau seperti sekarang. Hal ini dikarenakan mengonsumsi air yang panas maka akan meningkatkan keluarnya keringat begitupun dengan air dingin.

Meski air dingin terlihat menggiurkan di saat cuaca panas namun hal tersebut bukan pilihan tepat karena saat beraktivitas suhu tubuh akan naik. Ketika air dingin yang dikonsumsi tersebut masuk ke dalam tubuh, akan memaksa suhu tubuh turun dengan cepat dan ini sangat tidak baik untuk kesehatan.

2. Minum ketika haus
Ketika berada diaktivitas yang padat, Anda harus tetap minum saat merasa haus. Usahakan jangan menunda minum air karena dengan menunda justru akan meningkatkan potensi dehidrasi.

Dianjurkan juga untuk minum secara rutin dengan jarak waktu tertentu, misalnya minum setiap satu jam atau dua jam sekali agar tubuh tetap terdehidrasi dengan baik.

3. Cek warna urine
Mengkonsumsi air memang diperlukan, tapi jangan berlebihan karena dengan minum air berlebih ini maka akan membuat perut kembung dan sering buang air.

Baca:   Deteksi Penyakit Serius dari Kondisi Kaki

Cara lain juga dapat dilakukan, yaitu memperhatikan warna urine. Memerhatikan warna urine ini menjadi salah satu hal penting karena akan menjadi penanda apakah cairan yang terdapat dalam tubuh telah tercukupi atau belum.

Jika urine berwarna bening, cairan dalam tubuh telah tercukupi dengan baik. Namun, jika berwarna kuning pekat, Anda perlu menambah porsi minum.

4. Makan buah dan sayur
Buah dan sayur juga dapat menjadi pilihan alternatif untuk mengurangi dehidrasi pada tubuh. Usahakan memilih buah yang mempunyai kandungan air banyak, misalnya semangka, belimbing, stroberi, jeruk, dan blewah. Selain buah-buahan, Anda juga dapat mengonsumsi sayur-sayuran, seperti timun, selada, seledri, tomat, paprika, dan kembang kol.

 

Sumber: Kompas.com

Laporan: Nurul Sadrina Sari

  • Bagikan