Idul Adha 2022 Sebentar Lagi, Simak 5 Cara Memilih Hewan Kurban

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: Antara/Prasetia Fauzani)

SULTRAKINI.COM: Beberapa minggu lagi, umat Islam akan merayakan Idul Adha 1443 Hijriah. Bagi masyarakat yang masih bingung dalam memilih hewan kurban simak ulasan berikut ini.

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terdapat lima cara memilih hewan kurban yang baik dan sehat.

Memastikan hewan ternak yang dikurbankan

Dalam Islam, hewan yang dapatkan dikurbankan adalah hewan ternak, seperti unta, kambing, domba, sapi, dan kerbau. Di Indonesia pada umumnya lebih memilih kambing ataupun sapi untuk disembelih. Hewan-hewan ini sendiri termasuk dalam kategori yang sesuai ketentuan untuk layak dikurbankan.

Memilih umur hewan kurban

Pemilihan umur atau usia hewan kurban pun tidaklah sembarangan dikarenakan terdapat patokan umur untuk hewan kurban yang berbeda-beda sesuai dengan aturan yang ada dalam agama Islam. Misalnya, kambing/domba dapat dikurbankan pada umur minimal satu tahun. Berbeda jika masyarakat ingin menyembelih hewan ternak, seperti sapi maupun kerbau, umur yang ditetapkan adalah dua tahun.

Agar dapat mengetahui umur dari semua hewan kurban tersebut, bisa dengan melihat catatan kelahirannya dari sang pemilik hewan ternak. Cara lainnya adalah mengecek gigi hewan. Jika terdapat dua gigi susu yang berada di depan tanggal, hal ini menandakan hewan tersebut memasuki umur antara 12-18 bulan pada kambing atau domba. Sedangkan sapi atau kerbau di umur sekitar 22 bulan.

Baca:   Ruksamin Serahkan Hewan Kurban di Langgikima

Hewan kurban tidak cacat

Kondisi hewan kurban harus sehat ataupun tidak mengalami cacat apapun, seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada buangan (ekskreta) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata yang cekung serta kotor, mengalami diare, dan lemas. Hewan ternak yang dipilih pun harus sehat cuping hidungnya basah (bukan karena flu).

Sementara untuk bulunya juga diperhatikan harus bersih dan mengkilap. Pernapasan dan detak jantungnya juga diperiksa agar lebih menyakinkan lagi. Untuk masalah kesehatan dari hewan ternak yang ingin dikurbankan bisa menanyakan terkait Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Perlu diketahui, hewan kurban mengalami buta pada sebelah matanya atau terlihat sekali kebutaannya maka disebut tidak sah, sehingga mengubah status dari hewan itu sendiri menjadi bukan hewan kurban.

Tubuh hewan kurban tidak boleh kurus

Perhatikan kondisi fisik dari hewan kurban yang ingin dibeli, pastikan hewan tersebut memiliki nafsu makan baik, lincah, mata bersinar, serta bulu tidak kusam dengan begitu hewan akan terlihat lebih berisi atau gemuk dan terlihat sehat.

Pemilihan lokasi pembelian hewan kurban

Perlu diperhatikan dalam pemilihan tempat membeli hewan kurban, tidak boleh berada dalam lingkungan kotor atau di tempat pembuangan sampah. Hal ini berbahaya bagi tubuh hewan jika dia mengkonsumsi makan yang ada di tempat tersebut.

Baca:   Cegah Penularan Zoonosis, Pengawasan Hewan Kurban di Kendari Ditingkatkan

Pilihlah tempat dengan lingkungan bersih dan jauh dari polusi udara karena dapat mempengaruhi tingkat stres yang dialami, serta kondisi kesehatan hewan kurban. (C)

Laporan: Rohiyani
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan