Maret 2019, Impor Sultra Turun 44,46 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara Mohammad Edy Mahmud mengatakan nilai impor Sultra pada Maret 2019 sebesar US$28,75 juta atau mengalami penurunan sebesar 44,46 persen dibanding impor Februari 2018 yang tercatat US$ 51,76 juta.

“Impor Sultra turun dengan volume impor Maret 2019 tercatat 46,54 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 74,78 persen dibanding impor Februari 2019 yang tercatat 184,51 ribu ton,” ungkap Mohammad Edy Mahmud, Senin (6/5/2019).

Lanjut Edy, impor Sultra Maret 2019 didominasi lima golongan jenis barang yakni bahan bakar mineral US$14,56 juta atau 50,60 persen, mesin pesawat mekanik US$ 3,97 juta atau 13,81 persen, benda dari besi/baja US$3,80 juta atau 13,20 persen, aluminum US$ 2,29 juta atau 7,96 persen dan mesin peralatan listrik US$ 1,42 juta atau 4,95 persen.

“Peran impor terbesar adalah bahan bakar mineral dan mesin-mesin atau pesawat mekanik selama Januari sampai sampai Maret 2019 tercatat sebesar 68,90 persen,” ucap Edy.

Negara impor Sultra Maret terbesar yakni Tiongkok US$ 14,14 juta atau 49,18 persen, Singapura US$ 11,54 juta atau 40,12 persen, Vietnam US$ 3,02 juta atau 10,51 persen dan Malaysia US$0,05 juta atau 0,19 persen.

Baca:   16 Napi di Rutan Kendari 'Merdeka' di Hari Kemerdekaan

“Pangsa Impor terbesar Sultra ada di tiga negara Tiongkok, Singapura dan Vietnam sebesar 99,81 persen,” terang Edy.

Jika digabungkan pangsa pasar asal impor terbesar Sultra dari Januari sampai Maret 2019 yaitu dari Negara Tiongkok dan Singapura sebesar 82,91 persen.

“Untuk itu perkembangan neraca perdagangan Sultra Maret surplus US$ 113,70 juta dan Januri sampai Maret surplus US$ 227,86 juta,” pungkasnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan