Meski Pandemi, Laju Pertumbuhan Ekonomi Buteng Meningkat

  • Bagikan
Bupati Buteng saat menyerahkan LKPJ daerah tahun 2020 ke DPRD setempat, (Foto: Ist)
Bupati Buteng saat menyerahkan LKPJ daerah tahun 2020 ke DPRD setempat, (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Akibatnya wabah bencana pandemi Covid-19 yang menyerang menyebabkan sebagian perekonomian di beberapa daerah dan wilayah di Indonesia anjlok. Namun tidak dengan perekonomian di wilayah Pemerintah Kabupaten Buton Tengah. Hal itu dapat dibuktikan dengan laju pertumbuhan ekonominya yang justru meningkat sebesar 3,07 persen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buton Tengah, Samahuddin, saat menyampaikan pokok-pokok penjelasan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dihadapan DPRD dan para SKPD Kabupaten Buteng, pada Rapat Paripurna Dewan, Senin (3/5/2021).

Samahuddin mengatakan berdasarkan pelaporan dana desa di Sulawesi Tenggara, pada tahun 2020 Kabupaten Buton Tengah menduduki peringkat terbaik ketiga dimana sebelumnya menduduki urutan ke- 13 (Tiga belas).

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS), pada tahun 2020 sejak wabah pandemi Covid-19 Kabupaten Buton Tengah dapat mempertahankan perekonomian bahkan laju pertumbuhan ekonominya meningkat.

“Disaat kabupaten lain di Sulawesi Tenggara minus dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi Kabupaten Buton Tengah berada pada posisi ke dua tertinggi setelah Konawe dengan laju pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid l-19 dapat tumbuh sebesar 3,07 persen,” terang Samahuddin, Senin (3/5/2021).

Menurut Samahuddin, pendapatan daerah mempunyai peran yang sangat strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah Kabupaten Buteng.

Baca:   BI: Ekspor dan Investor Dorong Ekonomi Sultra Tinggi di Triwulan III

“Meskipun sempat terdampak pandemi akibat recofusing untuk mendanai penanganan pandemi Covid-19, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan sumber-sumber pendapatan daerah sehingga dapat memperluas ruang gerak dalam membiayai pembangunan daerah,” ucapnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan