Sidak Tiga Toko BPOM Temukan Makanan Kadaluarsa

  • Bagikan
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan insepeksi mendadak.Foto: Merry Malewa/SULTRAKINI.COM

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Menjelang bulan suci Ramadhan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan insepeksi mendadak ke delapan toko dan swalayan di Kota Kendari. Selasa (24/5/2016).

 

Dari inspeksi tersebut, di tiga toko yang didatangi, yakni Nusamart, Toko Sejahtera, dan Grand Market, BPOM menemukan adanya bahan pangan yang telah kadaluarsa, tidak memiliki izin edar serta kemasan telah rusak namun masih diperjualbelikan.

 

Petugas BPOM Kendari, Ahmad Lalo mengatakan setiap mendatangi swalayan, pihaknya selalu mengecek satu persatu bahan makanan yang tersedia mulai cek tertulis pada kemasan produk, tanggal kadaluarsa, izin edar hingga penyusunan produk di dalam rak.

 

Menurutnya, dari tahun ke tahun, petugas BPOM Kendari selalu menemukan permasalahan yang sama, yakni bahan makanan yang sudah kadaluarsa, izin edar tidak ada hingga kemasan dalam keadaan rusak.

 

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

”Dari hasil yang ditemukan ini, nantinya akan kami rekomendasikan pada instansi Disperindag Kota Kendari serta produk yang dinyatakan tidak bisa dikonsumsi, kami akan segera tarik dari pasarannya,” ujar Ahmad Lalo saat melakukan pemeriksaan di salah satu swalayan.

 

Dijelaskannya, temuannya dari tiga toko ini terbilang sedikit, namun tetap menjadi rawan karena produk dalam kategori tidak layak dikonsumsi tercampur dengan produk yang baik.

Baca:   Sidak: Warga Kendari Terancam Hanya Makan Ikan Lure Selama Ramadan

 

Salah seorang pemilik toko yang diperiksa BPOM, Yulia Wijaya mengatakan, apapun yang diarahkan BPOM atau instansi yang datang ke swalayan untuk mengecek barang yang sudah tidak layak dikonsumsi, akan diikutinya.

 

”Kita tetap usahakan barang yang tidak layak jual, kami akan tarik apalagi kalau ada dari pihak instansi yang datang untuk nelakukan pengawasan,” ujar Yulia Wijaya pada SULTRAKINI.COM.

 

Ia juga menjelaskan, kedepan ia juga akan menolak barang yang akan kadaluarsa dari distributor jika ada yang mau mengantarkannya, karena barang ini bukan hanya satu tetapi banyak juga barang yang harus diurus.

  • Bagikan