5 Merek Obat dengan Kandungan Senyawa Melebihi Batas Aman Temuan BPOM

  • Bagikan
Kepala BPOM, Penny K. Lukito. (Foto: potongan rilis BPOM)

SULTRAKINI.COM: Dalam penelusuran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap 102 produk obat yang digunakan pasien gagal ginjal akut atau misterius, terdapat lima produk obat mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman.

Kelima produk obat tersebut berbahaya setelah dilakukan pengujian dengan acuan Farmakope Indonesia dan acuan lain yang sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagai standar baku nasional untuk jaminan mutu semua obat yang beredar.

loker wartawan sultrakini

Dilansir dari BPOM pada 24 Oktober 2022, dari 102 produk obat tersebut, lima obat mengandung EG dan DEG, yakni:

  1. Termorex: obat batuk, bentuk sirup, izin edar PT Konimex;
  2. Flurin DMP: obat batuk dan flu, bentuk sirup, PT Yarindo Farmatama;
  3. Unibebi cough: obat batuk, bentuk sirup, universal pharmaceutical ndustries;
  4. Unibebi demam: obat demam, bentuk sirup, universal pharmaceutical industries;
  5. Unibebi demam drops: obat demam; bentuk drops, universal pharmaceutical industries.

Diketahui, takaran ambang batas yang aman bagi tubuh masing-masing EG dan DEG, yakni 0,5 mg/kg per berat badan per hari.

“Produk dinyatakan kandungan cemaran EG melebihi ambang batas aman, BPOM melakukan intensifikasi sampling dan pengujian untuk semua produk sirup yang diproduksi oleh industri farmasi yang sama, termasuk produk yang sama dengan bets berbeda. Untuk sampel produk lainnya akan disampaikan kepada masyarakat setelah diperoleh hasil pengujian,” jelas Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam rilisnya, Minggu (23 Oktober 2022).

Baca:   Jelang Natal 2017 Dan Tahun Baru, Kemenhub Intensifkan Koordinasi Dengan Stakeholder

(Baca juga: BPOM: Berikut 133 Produk Obat Aman Digunakan)

Penjelasan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG)

Dilansir dari berbagai sumber, Etilen glikol adalah senyawa alkohol yang salah satu fungsinya melarutkan. Tetapi, tidak hanya untuk obat-obatan, untuk pelarut makanan saja etilen glikol sebetulnya tidak bisa digunakan. Pasalnya, senyawa alkohol yang biasa digunakan untuk industri otomotif dan kosmetik, bukan untuk dikonsumsi.

Penggunaan senyawa ini bisa menyebabkan berbagai efek samping. Tidak hanya gagal ginjal akut pada anak, bahkan mengganggu fungsi hati, paru-paru, otak, dan cacat kelahiran.

Lewat proses metabolisme di dalam tubuh, senyawa glikol akan diubah menjadi asam glikolat. Penumpukan asam glikolat dalam tubuh ini akan menyebabkan sesak napas.

Selain itu, asam glikolat juga akan diubah menjadi kalsium oksalat yang memicu kerusakan ginjal.

Dietilen Glikol pun sama bahayanya jika dikonsumsi oleh manusia. Menurut Science Direct, individu yant mengonsumsi kandungan ini, maka reaksi yang didapatkan adalah sakit perut, muntah, diare, sakit kepala, perubahan mental, dan cedera ginjal akut.

Bahkan, cedera ginjal akut biasanya merupakan penyebab utama kematian seorang individu, setelah terpapar dietilen glikol selama 8 hingga 24 jam.

Keracunan dietilen glikol juga menyebabkan penyakit hati, pankreatitis, dan kelainan neurologis yang muncul hingga beberapa hari setelah paparan.

Baca:   Mahasiswi di Kendari Adukan Oknum Dosennya ke Polisi Terkait Pelecehan Seksual

Laporan: Nur Farida
Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan