Tambang Batu di Desa Otole, Kecamatan Lasolo Meresahkan Warga

  • Bagikan
Aktifitas Tambang Galian C yang meresahkan warag Desa Otole, kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. (Foto: Sulham tepamba/ SULTRAKINI.COM)
Aktifitas Tambang Galian C yang meresahkan warag Desa Otole, kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. (Foto: Sulham tepamba/ SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Aktifitas pertambangan batu di Desa Otole, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara meresahkan warga. sebab, semenjak adanya pertambangan tersebut, aktifitas warga yang ada disekitaran tambang terganggu.

“Sudah sangat menggangu, dengan kehadiran tambang batu yang jarakanya sekitar 50 meter dari rumah-rumah warga, dengan kebisingan alat breker yang sangat bising yang bekerja sampai malam, di mana itu merupakan waktu istirahat tapi adanya suara bising warga sangat tergangu sehingga waktu tidur malam sudah tidak dinikmati lagi,”Ungkap Irsan Pagala warga Otole yang tinggal tidak jauh dari lokasi tambang batu.

Dia menjelaskan, selain mengganggu aktifitas masyarakat setempat, dampak dari galian C tersebut juga membuat pengendara jalan tidak nyaman saat milintas jalan di depan lokasi tambang. Karena jalan yang berdebu dan jika musim hujan jalan licin akibat sisah tanah yang jatu dibadan jalan.

“Akan dikhawatirkan jika terus dibiarkan debu batu sangat dekat dengan warga bisa fatal warga bisa terkena dampak lingkungan dan penyakit TBC,” jelasnya.

Menurutnya, adanya adanya aktifitas tambang tersebut, pihak pengusaha tidak sekali menaggapi keluhan masyarakat.

“mewakili warga saya meminta anggota DPRD untuk segara melakukan hering terhadap perusahaan tersebut agar bisa diketahui apakah sudah mengantongi semua izin atau belum,” desak Irsan

Baca:   Pembangunan Infrastruktur Jalan di Konawe Utara Dipercepat

Ia berharap, persoalan galian C yang tidak memikirkan nasib dan permukiman warga setempat, untuk segara ditinjau pihak berwenang. Karena, aktivitas galian tersebut benar-benar membuat warga resah.

“Kami berharap ada jawaban dari instansi berwenang. Kalau warga yang harus bertindak nanti dibilang semena-mena,” pungkasnya.

 

Laporan: Sulham Tepamba

  • Bagikan