17 Miliar Anggaran Dana Desa di Konawe Digelontorkan untuk Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Kepala Dinas PMD Konawe, Keni Yuga Permana (Foto: Andi Nur Aris.S/SULTRAKINI.COM).
Kepala Dinas PMD Konawe, Keni Yuga Permana (Foto: Andi Nur Aris.S/SULTRAKINI.COM).

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sebanyak Rp17 Miliar anggaran Dana Desa digelontorkan untuk relawan Covid-19 di setiap desa di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Konawe, Keni Yuga Permana mengatakan, besaran anggaran tersebut diambil dari 8 persen dari jumlah dana desa.

“Setiap desa itu mendapatkan 8 persen dari penggunaan dana desa,” kata Keni Yuga saat ditemui di Konawe, Kamis (08/07/2021).

Keni mengungkapkan, bahwa pembentukan relawan Covid-19 desa tersebut bertujuan untuk sosialisasi, pencegahan, serta memantau dan manjaga desa masing-masing agar penyebaran Covid-19 tidak meluas. 

“Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menyiapkan sarana ditingkat desa, seperti penyiapan sarana cuci tangan di kantor desa, penyemprotan disinfektan di fasilitas umum dan keramaian desa, serta pembagian masker ke masyarakat,” ungkapnya.

Masih kata Keni, jika terjadi suatu perkumpulan, tim relawan Covid-19 itu harus bisa memastikan kepada pihak penyelenggara bahwa itu akan dilaksanakan kegiatan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Terutama, ruang kapasitas tempat gelaran acara hanya sebanyak 50 persen dari jumlah orang yang hadir dan kewajiban memakai masker dan penyediaan tempat mencuci tangan,” ujar Keni.

Sedangkan untuk kepastian jumlah dari relawan itu, menurutnya, semua itu akan disesuaikan dengan kebutuhan desanya masing-masing, karna mereka yang mengetahui lingkungan daerahnya.

Baca:   Kepala Rupbasan Kelas I Kendari Berganti, Kanwil Kemenkumham Tekankan Kinerja

Ia pun menjelaskan, jika tim relawan desa ini akan dipimpin langsung kepala desa, sedangkan anggotanya terdiri dari perangkat desa dan BPD, bidan desa, penggerak lembaga kemasyarakatan desa, serta para pendamping yang berada di desa.

“Tim relawan Covid di desa terdiri dari unsur pemerintah desa dan bermitra dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” imbaunya.

Keni juga mengatakan tim relawan Covid-19 di desa juga telah berjalan sejak bulan Februari 2021.

“Sudah berjalan sejak bulan dua (Februari),” tuturnya. (C)

Laporan: Andi Nur Aris.S.
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan