Bahaya Menanti di Balik Harga Murah Minyak Goreng Curah

  • Bagikan
Minyak goreng curah.

SULTRAKINI.COM: Minyak goreng curah adalah minyak goreng sawit yang dijual ke konsumen dalam kondisi tidak dikemas dan tidak memiliki label atau merek, dan tentunya dengan harga yang terjangkau.

Harga minyak goreng curah dibandrol sekitar Rp 14 ribu per liternya. Hal ini membuat masyarakat sedikit legah di tengah harga minyak goreng nabati yang masih cukup tinggi, sehingga minyak goreng curah bisa menjadi pilihan alternatif masyarakat.

Dilansir dari Suara.com, Presiden RI Joko Widodo menegaskan dalam beberapa minggu ke depan harga minyak goreng curah akan makin terjangkau menuju harga yang ditentukan karena ketersediaannya semakin melimpah, Rabu (25 Mei 2022).

Pemerintah memutuskan menggelontorkan subsidi minyak goreng untuk jenis curah seharga Rp 14 ribu per liter. Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas dengan Presiden Jokowi.

“Memperhatikan kenaikkan harga komoditas minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit secara global, pemerintah memutuskan menyubsidi harga minyak kelapa sawit curah,” ucap Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi.

Minyak goreng curah kini menjadi primadona bagi sejumlah pedagang lantaran mahalnya harga minyak goreng dalam kemasan. Namun di balik harga minyak goreng curah yang murah ternyata menyimpan beberapa bahaya.

  1. Jika dikonsumsi dalam waktu jangka panjang akan menyebabkan risiko terjadinya kanker;
  2. Peningkatan kadar kolesterol darah;
  3. Berimplikasi pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular;
Baca:   Enam Buah Disebutkan Dalam Al Quran Ini Berkhasiat Bagi Kesehatan

Minyak goreng curah cenderung terpapar oksigen dan cahaya yang lebih besar dibanding minyak kemasan. Sebab, distribusinya yang tidak menggunakan kemasan sehingga lebih mudah terpapar.

Paparan oksigen, cahaya, dan suhu tinggi merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi oksidasi sehingga hal inilah yang membuatnya berbahaya jika dikonsumsi dalam waktu jangka panjang. (C)

Laporan: Sitti Apriyani
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan