Efek Polusi Udara, Mampu Perpendek Usia Manusia

SULTRAKINI.COM: Polusi udara sudah menjadi permasalahan yang tidak hanya dialami di Indonesia. Tetapi juga dialami oleh negara lainnya akibat pengguna kendaraan bermotor dan pembuangan pabrik berlebihan. Polusi udara menjadi penyebab utama terganggunya kesehatan manusia yang mengakibatkan kematian.

Polusi udara menyebabkan umur seseorang menjadi berkurang dari hitungan bulanan hingga 1,9 tahun tergantung pada area seseorang yang tinggal.

Sebagian besar orang punya harapan hidup hingga 70 tahun atau lebih. Di balik semua kemajuan tersebut, ada satu faktor penghalang, yaitu polusi udara.

ScienceNews melaporkan, penelitian terbaru menunjukkan materi partikulat di udara mengurangi rata-rata satu tahun hidup manusia. Angkanya beragam, tapi cukup mengkhawatirkan.

Partikulat merupakan bentuk polusi udara. Partikel udara lebih kecil dari 10 sampai partikulat mikrometer dihitung. Partikulat terdiri dari partikel komposisi ukuran, asal dan kimia yang berbeda.

Di eropa Barat dan Amerika Utara, polusi udara mengurangi hidup beberapa bulan, di sebagian Afrika dan Asia buruknya kualitas udara bisa mengurangi hidup satu setengah hingga dua tahun.

Untuk menyelidiki dampak polusi udara pada kematian, para peneliti mengamati dataset Global Burden of Disease. Data ini merupakan kumpulan komprehensif semua penyakit, cedera, dan masalah lain yang membunuh orang di seluruh dunia setiap tahun.

Rata-rata polusi udara seluruh dunia dapat memperpendek umur seseorang hingga satu tahun. Di beberapa negara, seperti Mesir dan India, bahkan angkanya lebih besar mencapai 1,9 tahun dan 1,5 tahun. Sedangkan di Amerika hanya sekitar empat bulan.

Id Bulog

Tim ini secara khusus mengamati partikel halus, partikel polusi lebih kecil dari 2,5 mikron (PM2,5), sekitar 30 kali lebih kecil dari helai rambut manusia. Paparan polutan telah dikaitkan dengan meningkatnya stroke, serangan jantung, dan penyakit pernapasan.

Penelitian ini dipimpin Joshua Apte di Cockrell School of Engineering, University of Texas di Austin, Amerika Serikat. Apte dan tim meneliti tingkat paparan PM2.5 di 185 negara, kemudian menghitung dampak polusi pada harapan hidup.

Apte, mengatakan 90 ribu orang Amerika atau 1,1 juta orang India meninggal per tahun akibat polusi udara mungkin terdengar banyak jumlahnya, namun orang acuh tak acuh.

“Mereka baru bisa merasa berhubungan jika kita mengatakan, rata-rata suatu populasi hidupnya berkurang satu tahun dari yang seharusnya,” ujar Joshua Apte .

Salah satu faktor yang paling fatal dalam polusi udara dapat mengurangi umur seseorang karena penyakit serta kematian.

Khusus di Indonesia, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Riau bahkan bisa kehilangan sampai 5,6 tahun harapan hidupnya karena polusi. Peta AQLI tiga provinsi tersebut ditandai dengan warna merah pekat karena tercatat memiliki polusi PM 2,5 di atas 60 per kubik meter.

Sebagai informasi PM 2,5 adalah partikulat polusi yang saking halusnya dapat dihirup tubuh dan langsung menembus paru-paru masuk ke aliran darah. Ketika sudah di darah partikel dapat menjalar ke seluruh tubuh menyebabkan berbagai kerusakan.

Dari berbagai sumber

Laporan: Wa Ode Rahmah Maulidya Wuna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.