ITK Sultra Triwulan IV 2019 Meningkat, BPS Sebut Awal 2020 Menurun

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat Indeks Tendensi Konsumen (ITK) selama triwulan IV 2019 sebesar 101,27, mengalami peningkatan naik 0,42 poin di bandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 100,06.

Kepala BPS Sultra, Muhammad Edy Mahmud mengatakan inflasi cenderung tidak memengaruhi pengeluaran rumah tangga yang ditandai dengan indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi di atas 100 (nilai indeks 101,72). Demikian pula dengan indeks volume konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan (nilai indeks 103,58).

Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV 2019 terutama didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks 100,06).

“Peningkatan pendapatan ini disebabkan karena adanya peningkatan usaha atau gaji serta adanya penerimaan insentif atau bonus akhir tahun, dengan indeks yang lebih rendah dibandingkan triwulan III-2019 (nilai indeks 103,68),” ungkap Edy, Rabu (5/2/2020).

Selama triwulan IV-2019 terjadi kecenderungan deflasi dua bulan dan inflasi 1 bulan, sehingga inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap total konsumsi masyarakat (nilai indeks 101,72).

“Tingkat konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan, pembelian pulsa, rekreasi/hiburan, akomodasi, transportasi dan perawatan kesehatan mengalami peningkatan, sedangkan tingkat konsumsi pakaian dan pendidikan mengalami penurunan,” ujar Edy.

Sehingga secara umum indeks volume konsumsi pada triwulan IV 2019 mengalami peningkatan (indeks sebesar 103,58) bila dibandingkan dengan triwulan III 2019 (nilai indeks 96,18), disebabkan pada triwulan IV 2019 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Natal dan tahun baru serta liburan sekolah.

BPS memperkirakan nilai ITK Sultra pada triwulan I 2020 diperkirakan sebesar 94,91, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun. Dengan tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2019 (sebesar 101,27).

Meskipun terjadi peningkatan pendapatan (nilai indeks sebesar 103,70) disebabkan adanya peningkatan UMP (Upah Minimum Provinsi) sebesar 8,51 persen dari tahun sebelumnya akan tetapi masyarakat menilai bukan saat yang tepat untuk membeli barang-barang tahan lama (elektronik, perhiasan, perangkat komunikasi, meubelair, peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, tanah, rumah) (nilai indeks 79,50).

“Hal ini disebabkan karena pada triwulan IV 2019
sebelumnya, masyarakat cenderung mengeluarkan pendapatannya untuk konsumsi makanan dan non-makanan menjelang perayaan Hari Natal dan tahun baru 2020, sehingga pada triwulan I 2020 nanti tendensi masyarakat untuk pembelian barang tahan lama cenderung pesimis, terlebih masyarakat harus ekstra hemat untuk persiapan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di triwulan II 2020 nanti,” jelas Edy.

Perkiraan peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I 2020 terjadi di seluruh provinsi di Sulawesi. Peningkatan kondisi ekonomi konsumen ditandai oleh nilai ITK masing-masing provinsi di Sulawesi diatas 100, dari yang terendah, yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara (nilai ITK 101,27), Gorontalo (nilai ITK 103,05), Sulawesi Barat (nilai ITK 104,24), Sulawesi Selatan (nilai ITK106,18), Sulawesi Tengah (nilai ITK 110,81), dan Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK 116,11).

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.