Jumlah ODP di Wakatobi Bertambah

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Wakatobi kembali bertambah dari delapan kini menjadi 11 pada Jumat (3/4/2020). Tambahan tiga ini di Wangi-wangi Selatan satu orang dan Kaledupa selatan dua orang

“Jumlah ODP yang ada 11 orang, kemarin ada delapan, ada tambahan sebanyak tiga orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, Muliaddin saat konferensi pers pada Jumat (3/4/2020), sekitar pukul 17:30 Wita.

Muliaddin mengatakan secara keseluruahan jumlah ODP ada 15, namun empat orang dinyatakan selesai dipantau.

“Jadi 11 orang ODP ini sedang menjalani isolasi mandiri yang setiap hari dilakukan pengecekan dan pemantauan oleh teman-teman dari kesehatan baik itu dari dinas maupun dari puskesmas di wilaya ODP,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 ini

Sementara, orang dari negara/daerah terjangkit (wilaya zona merah) meningkat dari 816 menjadi 944 orang. Dimana 93 orang diantaranya selesai dalam pemantauan, yang masih dalam pemantauan sebanyak 851 orang, dan total orang yang dipantau 862 orang.

“862 orang ini tetap dipantau setiap hari oleh petugasnya kesehatan, TNI, Polri, dan dibantu oleh apat desa/kelurahan dan kecamatan. Kalau perjalanan ini tiba-tiba mengalami gejala, maka akan dimasukan ke ODP,” ucapnya.

Ia berharap, pelaku perjalanan dari zona merah ini, tetap mengisolasi mandiri selama 14 hari dan selalu menaati imbauan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Namun ia mengimbau agar masyarakat tidak panik berlebihan, namun selau berdoa dan menerapkan pola hidup sehat.

Sebanyak 11 ODP ini tersebar di Kecamatan wangi-wangi selatan delapan orang, kecamatan Kaledupa selatan dua orang, kecamatan Tomia satu orang.

Orang yang masuk dalam daftar ODP adalah mereka yang baru pulang dari perantauan dengan memiliki gejala batuk, demam dan lain sebagainya. Sementara pelaku perjalanan dari negara/daerah terjangkit masih dalam pemantauan adalah mereka yang baru tiba tampa gejala. Akan dipantau selama 14 hari.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.