SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN - Keberangkatan Gubernur Sulawesi Tenggara Non Aktif, Nur Alam untuk menyaksikan pemakaman almarhumah ibunda tercinta Hj. Sitti Fatimah di rumah duka tertunda, Sabtu (14/10/2017).
Kehadiran Nur Alam di Rumah Duka Tertunda, Pemakaman Dijadwalkan Siang
Nur Alam bersama rombongan di Bandara Soekarno Hatta menuju Kendari. (Foto: Belli/SULTRAKINI.COM)

Kedatangan Nur Alam awalnya dijadwalkan Jumat, 13 Oktober 2017 pukul 15.00 Wib. Kemudian kembali dijadwalkan berangkat pukul 03.00 dini hari dengan menggunakan pesawat Batik Air. Namun tujuan Nur Alam ke Desa Alebo, Kelurahan Konda, Kabupaten Konawe Selatan kembali tertunda.

Dia didampingi Kepala Bagian Protokoler dan Perjalanan Biro Umum Setda Provinsi Sultra, Belli dan dua orang penyidik KPK RI serta dua orang pengawal itu, terpaksa menggunakan pesawat Lion Air dari Jakarta-Kendari tanpa transit di Makassar pukul 06.00 Wib. Diperkirakan kedatangan Nur Alam sekitar pukul 10.00 Wita. Nur Alam datang menggunakan kemeja biru lengan panjang.

Belum diketahui penyebab batalnya keberangkatan Nur Alam yang kedua kalinya ini.

"Saat ini beliau (Nur Alam) sudah ada di Bandar Udara Soekarno Hatta menuju Kendari," ucap Belli yang ikut menjemput Nur Alam bersama rombongan KPK melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (14/10/2017).

Dia menambahkan, hadirnya Nur Alam itu untuk melihat secara langsung prosesi pemakaman almarhumah Hj. Sitti Fatimah.

"Dikawal langsung dari KPK empat orang," terang Belli.

Pantauan SultraKini.Com, hingga saat ini sejumlah pejabat lingkup Sultra dan keluarga besar Nur Alam memadati rumah duka di Desa Alebo. Beberapa diantaranya yakni Kepala Dinas Kominfo Sultra Kusnadi, Bupati Muna Barat Rajiun Tumada bersama wakilnya dan Anggota DPRD Sultra Syahrul Beddu.

Tertundanya kedatangan anak ke-11 almarhumah ini, juga mempengaruhi jadwal pemakaman yang awalnya direncanakan dini hari pukul 08.00 Wita menjadi pukul 13.00 Wita.


Laporan: Hasrul Tamrin

Suasana rumah duka almarhumah Hj. Sitti Fatimah di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations