Ini Capaian Indeks Pembangunan Manusia Sektor Pendidikan di Muna Barat

  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat, Jamuddin. (Foto: Hasan Jufri/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan sosial yang ditentukan oleh aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat dengan kategori rendah (IPM < 60), sedang (60<IPM<70), tinggi (70<IPM<80), dan kategori sangat tinggi (IPM>80).

IPM Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara selama 2017-2021 berada di bawah IPM Sulawesi Tenggara dan nasional. Namun demikian, namun indeksnya cenderung mengalami peningkatan.

“IPM Muna Barat tahun 2017 sebesar 63,43 persen meningkat 2,91 poin di 2021 menjadi 65,48 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat, Jamuddin, Senin (21 Maret 2022).

IPM Muna Barat juga masuk dalam kategori perubahan sedang bersama Kabupaten Kolaka Utara, Bombana, Konawe Utara, dan Kabupaten Buton Selatan.

Untuk meningkatkan indeks tersebut, kata Jamuddin, pihaknya akan melakukan program jalur pendidikan formal dan nonformal.

Jalur pendidikan formal terdiri dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang ditopang dengan pemberian pakaian seragam gratis di semua jenjang pendidikan, mengapresiasi siswa, guru dan tenaga pendidik yang berprestasi, peningkatan pelayanan pendidikan dasar, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta peningkatan layanan bagi siswa yang inklusi dan berkebutuhan khusus.

“Tentunya kami akan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan strategi penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan penunjang lainnya,” ucapnya.

Baca:   Dinkes Kendari Kerahkan Jajaran Puskesmas Cegah Penularan TBC

Sedangkan jalur pendidikan nonformal nantinya memposisikan pendidikan luar sekolah sebagai akselerator jalur alternatif dan katalisator peningkatan indeks pendidikan. Esensi dari model strategi alternatif ini adalah terbukanya peluang bagi masyarakat yang kurang beruntung secara sosial, ekonomi, dan kultural untuk memperoleh pemerataan kesempatan dan akses kepada pelayanan pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar, serta memberikan manfaat sebagai bekal hidup.

“Ada juga kejar paket A, B, dan C yang merupakan alternatif program wajib belajar 9 tahun melalui pendidikan luar sekolah,” jelasnya.

Dalam skema IPM, prestasi pembangunan pendidikan terukur dari besarnya indeks pendidikan yang dibangun berdasarkan pencapaian indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.

“Untuk mengatasi kesenjangan yang cukup besar antara target dan realisasi, kami menerapkan program percepatan yang dikenal sebagai akselerasi peningkatan sumber daya guna mendukung pencapaian visi Muna Barat 2017,” tambahnya. (C)

Laporan: Hasan Jufri
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan