World Cleanup Day: Relawan Pegiat Lingkungan Sasar Enam Tempat di Kota Kendari Bersihkan Sampah

  • Bagikan
Relawan melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang bantaran Kali Kadia, Kota Kendari (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)
Relawan melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang bantaran Kali Kadia, Kota Kendari (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setiap momentum 18 September setiap tahunnya diperingati sebagai hari bersih-bersih sedunia yang dikenal dengan istilah World Cleanup Day.

Tahun 2021, peringatan momen World Cleanup Day di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), relawan bersama pegiat lingkungan hidup menyasar enam lokasi berbeda untuk membersihkan sampah secara serentak, Sabtu (18/9/2021).

Adapun titik lokasinya adalah di Kelurahan Bungkutoko, Kali Kadia, Water Sport (Kendari Beach), Kampus STIEE 66, dilingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), dan selanjutnya lingkungan kampus UHO Kendari.

Leader World Cleanup Day Kota Kendari, Ardan mengungkapkan kegiatan bersih-bersih ini setiap tahun dilakukan sejak 2017 silam. Kemudian tahun ini melibatkan 1.450 relawan yang berasal dari 137 komunitas yang ada di Kota Kendari.

“Kegiatan semacam ini akan berlanjut setiap tahunnya,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

ibu alimazi

Untuk sampah yang berhasil dikumpulkan kata dia akan didaur ulang oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Selain itu, tiap tahun juga terjadi peningkatan jumlah sampah yang di kumpulkan.

“Ada peningkatan, berdasarkan laporan pertanggungjawaban WCD Indonesia,” paparnya.

Pihaknya memperkirakan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan hari ini seberat lima ton karena pada 2020 lalu juga WCD Kota Kendari berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 5,5 ton sampah.

Baca:   Tim Medis UHO Bantu Pelayanan Puskesmas Mamboro di Palu

“Diharapkan pada masyarakat agar peduli lingkungan dan sampah di sekitar kita, karena sesuai dengan taglinenya kita ‘I Like Kendari Bersih’,” tandasnya.

Untuk diketahui, aksi WCD merupakan aksi bersih-bersih serentak yang dirayakan di seluruh dunia untuk memberi tahu orang-orang bahwa alam tidak boleh dianggap remeh dan harus dijaga kebersihannya. (C)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan