Baru 50 Persen ASN di Muna yang Sudah Vaksin

  • Bagikan
Bupati Muna, Rusman Emba, saat melakukan vaksin tahap 2.

Jika ada kepala dinas yang belum mengikuti program vaksin maka langsung dimutasi. Bupati Muna, Rusman Emba menegaskan itu setelah melihat capaian vaksin di daerahnya baru mencapai 23 persen. Ia juga membuat target hingga Desember bisa mencapai 70 persen.

SULTRAKINI.CCOM: Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna yang telah mengikuti program vaksin baru mencapai 50 persen. Artinya, masih separuh jumlah ASN di daerah itu belum melaksanakan suntik vaksin.

Hal itu membuat kesal Bupati Muna, Rusman Emba. “ASN kita baru mencapai 50 persen,” kata Rusman pada saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dan lintas program dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 melalui program vaksinasi Covid-19 di Aula Rujab Bupati Muna di Raha, pekan lalu.

Rakor dihadiri seluruh Kepala OPD, Forkopimda, para camat, lurah, kepala desa dan kepala Puskesmas.

Bupati Rusman menginstruksikan kepada semua kepala dinas, camat, kepala desa dan lurah agar memusatkan perhatian dalam penanganan vaksin covid-19.

“Saya minta para Kadis, camat, lurah dan kepala desa agar menghilangkan dulu kegiatan yang sifatnya tidak penting. Kita fokus pada penanganan Covid-19, khususnya program vaksin,” pinta bupati.

Dijelaskan, Negara negara mengamanahkan dengan mengeluarkan begitu banyak anggaran untuk penanganan covid-19 tapi hasilnya di Kabupaten Muna baru 24 persen dari total masyarakat yang melaksanakan program vaksin Covid-19.

Bupati kuatir daerahnya dianggap tidak bekerja dengan seirus dalam penanganan Covid-19, khsusnya program vaksin. Olehnya, itu, sejak saat ini hingga Desember 2021 harus sudah digalakan program vaksin massal.

Baca:   Dituding KKN, Warga Minta Plt Kades Banggai Dicopot

“Target kita sampai bulan Desember sudah harus tercapai,” kata Rusman lagi.

Jika sampai Desember tidak mencapai target 70 persen maka kegiatan-kegiatan kesehatan di Kabupaten Muna akan diambil alih oleh provinsi. “Jadi jangan anggap ini sangat sederhana sekali,” kata Rusman.

Ia meminta kepada Wakil Bupati dan Sekda agar menginfetaris ASN yang belum mengikuti program vaksin. Demikian pula bagi dinas yang capaian vaksinnya sangat rendah, jangan sampai ada kepala SKPD yang belum vaksin.

“Kita harus tegas kalau mereka tidak mau vaksin maka minta maaf keluar dari sistem langsung mutasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna, La Ode Rimba Sua menjelaskan capaian vaksinasi di Muna baru 23,69 persen yang tersebar di 22 kecamatan.

Atas capaian itu, Rusman lagi-lagi menegaskan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menyukseskan program vaksin covid di Muna.

Laporan: M Djufri Rachim

  • Bagikan