Angka Pengangguran di Sultra Meningkat 3.380 Orang

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulwesi Tenggara mencatat, jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sultra sebanyak 41.772 orang, mengalami peningkatan sekitar 3.380 orang atau 8,80 persen dibanding Februari 2018.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud, mengatakan TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan. Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 4,44 persen, sedangkan TPT di perdesaan hanya 2,48 persen.

“Namun jika dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran di perkotaan, yaitu turun 0,63 persen, sedangkan TPT di perdesaan mengalami kenaikkan sebesar 0,63 persen,” jelas Edy, Selasa (5/5/2020).

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2020, TPT untuk Diploma I/II/III paling tinggi di antara tingkat pendidikan lainnya, yaitu sebesar 7,66 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat pendidikan SMA Umum sebesar 5,46 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat Diploma I/II/III dan SMA Umum.

“Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Oleh karena itu, dapat dilihat dari TPT jenjang SD ke bawah yang ternyata paling kecil di antara semua tingkat pendidikan (1,06 persen),” kata Edy.

Kemudian dengan membandingkan kondisi setahun lalu, ternyata TPT mengalami kenaikkan hampir di semua jenjang pendidikan, kecuali pada tingkat pendidikan SMP, SMA Umum, dan SMA Kejuruan yang mengalami penurunan. Dimana penurunannya masing-masing sebesar 0,48 persen poin, 0,05 persen poin, dan 3,53 persen poin.

Sesuai data BPS, penyerapan tenaga kerja di Sultra hingga Februari 2020 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah, yaitu SMP ke bawah sebanyak 51,53 persen yang terdiri dari tamatan SD ke bawah sebanyak 445.792 orang dan tamatan SMP sebanyak 210.774 orang.

Sementara itu, penduduk yang bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) ada sebanyak 222.585 orang atau 17,47 persen. Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja yang meningkat adalah mereka yang berpendidikan SMA Umum 1,89 persen, SMA Kejuruan 0,67 persen dan universitas 0,63 persen.

“Penurunan persentase terjadi pada penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah 1,89 persen, Diploma I/II/III 0,70 persen, dan SMP 0,60 persen,” terangnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.