Festival Pesona Budaya Tua Buton

Hugua Yakin, Pariwisata Sultra Mendunia, Pendapatan Meningkat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Konsep pengembangan pariwisata yang diusung Hugua jika menjadi wakil gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023, diyakini dapat meningkatkan pendapatan daerah terutama kesejahteraan masyarakat. Menurut Cawagub nomor urut 2 ini, potensi yang luar biasa dimiliki Sultra, sangat sayang diabaikan.

Pengalamannya memimpin Kabupaten Wakatobi selama dua periode membuktikan keberhasilan strategi pembangunannya. Daerah yang dulunya tak punya banyak sumber pendapatan asli daerah (PAD), terisolir dan miskin, menjadi terangkat ke level internasional tanpa modal besar. Bahkan investasi nasional maupun internasional mengalir dengan sendirinya di kabupaten yang terdiri dari berbagai pulau itu. Kini daerah itu telah memiliki bandara, jalan mulus, dengan perekonimian yang berkembang.

“Jadi sebetulnya dalam pengamatan saya ini, Sultra merupakan sebuah kawasan yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, dilihat dari semua aspek tidak ada yang kurang, tapi justru kelimpahan. Namun di destinasi wisata lainnya mengapa kurang beruntung, semua tergantung dari masing-masing pemimpinnya,” jelas Hugua saat berbincang dengan awak media di salah satu warkop di bilangan MTQ Square Kendari, Sabtu (3/6/2018) malam.

Menurut Ketua Perhimpounan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sultra itu, tidak ada hal yang mustahil untuk mengembangkan potensi pariwisata seperti yang terjadi di Wakatobi, sebab sektor pariwisata dan budaya yang ada di Sultra memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Mulai dari bawah laut, goa, gunung, hingga adat budaya masyarakat.

Tak hanya itu, pengembangan pariwisata berefek pula pada sektor pertanian serta perikanan dan keluatan. Ragam budaya dan destinasi yang dimiliki Sultra, menjadi modal utama untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Sultra. Hanya perlu pemimpin yang paham strategi pemasarannya.

Dia yakin, jika pasangan Asrun-Hugua terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023, Sultra akan mendunia dan termaju di kawasan timur Indonesia.

“Kemarin itu kenapa saya mengandeng UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), karena kalau sektor pariwisata hanya dikenal di negeri sendiri kan tidak nyambung. Pemerintah Sultra ke depannya harus membuat koneksi dengan global agar sektor pariwisata yang ada di Sultra dapat dilirik oleh negara-negara di dunia. Program itu merupakan salah satu tugas pasangan nomor urut 2 dalam bidang pariwisata,” ujar Hugua yang juga ketua asosiasi daerah maritim internasional itu.

Koneksi global diperlukan, sebab turis asing dari negara lain datang membawa uang ke Indonesia hanya untuk melihat kehebatan budaya dan pariwisata lokal. Jika potensi ini dikelola dengan baik dan konsep yang benar, daerah ini akan sejahtera dan budaya lokal tetap akan terjaga karena kultur lokal inilah yang dicari wisatawan.

Semua sendi ekonomi, mulai dari produk pertanian, perkebunan, kelautan dan sebagainya, akan hidup sebagai sektor pendukung tumbuhnya pariwisata.

“Bandara Halu Oleo akan menjadi bandara internasional, yang menghubungkan penerbangan dari Kendari ke Singapura, China, Jepang, Eropa, Australia dan negara-negara dengan jumlah wisatawan terbanyak. Kita sajikan makanan lokal, budaya dan tradisi lokal, kita jaga keasliannya, maka pendapatan daerah meningkat. Tidak perlu menghabiskan APBD untuk infrastruktur, dana akan datang dengan sendirinya,” ujar Hugua dengan nada yakin.

Laporan: Ifal Chandra
Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.