Kemah Tanggap Bencana di Konut: Pedagang Senang Sekaligus Sedih Acaranya Singkat

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Perkemahan Tanggap Bencana oleh Pemerintah Daerah Konawe Utara di Pantai Taipa membawa berkah tersendiri kepada para pedagang.

Kegiatan bertema dengan perkemahan tangguh bencana kita bangun budaya sadar bencana menuju ketangguhan masyarakat konawe utara tersebut dihadiri sekitar delapan ribu orang peserta pramuka.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tangguh bencana satuan pendidikan aman bencana, keluarga tangguh bencana, dan desa tangguh bencana.

Serta membangun ketangguhan sekolah dan masyarakat dalam menghadapi bencana secara terencana terpadu dan terkoordinasi, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam rangka memberikan perlindungan masyarakat dan sekolah dari ancaman dan dampak bencana, serta meningkatkan kesiapsiagaan para pihak dalam menghadapi bencana.

Namun di balik tujuan utama perkemahan tersebut, ada rezeki tersendiri dirasakan para pedagang serta masyarakat di sekitar lokasi wisata.

Umi misalnya, warga Desa Taipa yang membuka warung makan di Pantai Taipa merasa senang adanya kegiatan yang dilokasikan di objek wisata.

“Senanglah, selain kita bisa liat banyak orang, banyak juga pembeli, kalau hari-hari biasa saya jualan di sini biasa ada pembeli biasa juga tidak ada. Palingan hari Minggu ada pengunjung, tapi ini Alhamdulilah beda lah penghasilannya dengan hari biasa,”, ucap Umi kepada Sultrakini.com, Minggu (15/3/2020).

yamaha

Berkah agenda perkemahan juga dirasakan Rudi. Pedagang aksesori pramuka ini mengaku dagangannya laris sejak kegiatan tersebut berlangsung.

“Alhamdulilah selama lima hari berjualan di sini hampir habis jualan, kalau untuk penghasilan selama lima hari lumayan lah ketimbang hari lain,” kata Rudi.

Sementara Yasin, salah satu tokoh masyarakat di wilayah setempat sangat mendukung adanya kegiatan tersebut. Terlebih lagi kemah tanggap bencana itu dianggapnya mampu mempersatukan tali silaturahim antara para kepala desa, lurah, camat, kepala sekolah, dan semua stakeholder di wilayah itu. Namun, dirinya menyayangkan agenda itu terlalu singkat.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, selain memutar roda perekonomian masyarakat, juga mampu membangun tali silaturahim pimpinan-pimpinan yang ada di daerah, kita bisa langsung ketemu bupati, para kadis dan semua pejabat. Maunya dikasih lama-lama, kita masih ingin juga ramai di sini,” ujar Yasin.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin bersyukur dan terima kasih kepada masyarakat dan pihak terkait atas dukungan sehingga perkemahan terlaksana dengan sukses. Pantai Taipa dipilih sebagai lokasi perkemahan dikarenakan objek wisata ini salah satu wisata “tiga berlian” yang perlu dipromosikan. Terlebih, kegiatan tersebut dihadiri BNPB RI, perwakilan kwarnas.

“Kami juga masih ingin lama-lama di sini (Taipa), hanya karena instruksi dari pusat agar tidak membuat keramaian untuk mencegah virus Corona, sehingga kita tutup cepat kegiatan ini dan menginstruksikan agar dalam dua minggu ini jangan dulu ada keramaian,” jelas Ruksamin.

Perkemahan Tanggap Bencana di Pantai Taipa berlangsung pada 13-15 Maret 2020. Acara penutupannya diisi dengan aksi bersih-bersih pantai dan mencuci tangan menggunakan antiseptik sebagai bentuk mencegah virus Corona oleh Bupati Konut Ruksamin, Kapolres Konut AKBP Achmad Fathul, dan Wakapolres Konut Kompol Seni Pabesaak.

Laporan: Arifin Lapotende
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.