Pilkada koltim

Masa Pandemi, Tren Ekspor Sultra 2020 Meningkat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Rupanya dimasa pandemi ini tidak begitu mempengaruhi nilai ekspor Sulawesi Tenggara. Badan Pusat Statistik Sultra mendata, sejak Mei 2020 nilai ekspor mengalami peningkatan dibandingkan perkembangan ekspor Sultra pada 2019 dan 2018.

“Ekspor Sultra sejak Mei, Juni, Juli, Agustus, dan September 2020 selalu berada lebih tinggi dibandingkan pada 2019 dan 2018. Sedangkan volume masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 dan 2018,” ujar Kepala BPS Sultra, Agnes Wiadiastuti, Senin (2/11/2020).

BPS Sultra mencatat nilai ekspor Sultra pada September 2020 mengalami kenaikkan 147,61 persen dibanding Agustus 2020, yaitu dari US$120,73 juta menjadi US$298,94 juta. Sementara volume ekspor tercatat naik 135,43 persen dibanding Agustus 2020, yaitu dari 78,74 ribu ton menjadi 185,38 ribu ton.

Secara kumulatif, ekspor Sultra Januari-September 2020 tercatat US$1.454,97 juta atau naik 29,01 persen dibanding periode yang sama pada 2019. Sebaliknya, volume ekspor secara kumulatif pada Januari-September 2020 mengalami penurunan 91,61 persen dibanding Januari-September 2019, yaitu 9.243,13 ribu ton menjadi 1.016,40 ribu ton.

Ekspor Sultra September 2020 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$296,93 juta; selanjutnya komoditas ikan dan udang senilai US$1,46 juta; dan komoditas kopi, teh, rempah-rempah di urutan ketiga dengan nilai US$0,27 juta.

Pilkada

“Kenaikkan terbesar ekspor Sultra September 2020 dibanding Agustus 2020 terjadi pada kelompok komoditas besi dan baja senilai US$179,01 juta (151,81 persen),” ujar Agnes.

Secara kumulatif Januari-September 2020, negara tujuan ekspor utama Sultra adalah Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang masing-masing dengan nilai US$287,55 juta, US$9,03 juta, US$0,67 juta, US$0,91 juta, dan US$0,20 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,46 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari-September 2020.

“Naiknya ekspor Sultra pada September 2020 dibanding Agustus 2020 dipengaruhi oleh naiknya ekspor ke negara tujuan utama, yaitu Tiongkok dan India. Ekspor ke Tiongkok naik senilai US$178,64 juta (naik 164,03 persen) dan India naik senilai US$2,28 juta (naik 33,88 persen),” ungkapnya.

Tercatat ekspor Sultra September 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$298,60 juta (99,89 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,34 juta (0,11 persen).

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-September 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,50 persen, ekspor produk pertambangan 0,18 persen, dan sisanya 0,31 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.