Iklan Clarion

Oknum Staf RS Bahteramas Diduga Gelapkan Pembayaran Jasa Pegawai

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pembayaran jasa BPJS untuk pegawai tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Bahteramas, Sulawesi Tenggara (Sultra), sampai saat ini belum disalurkan. Ratusan tenaga kesehatan RSUB Sultra yang terdiri dari Dokter, Bidan dan Perawat, terpaksa harus gigit jari atas kondisi tersebut.

Padahal sebagian besar tenaga kesehatan di RSUB Sultra, masih banyak yang berstatus pegawai kontrak dengan gaji hanya bergantung pada pembayaran jasa tersebut. Akibatnya, intensitas pelayanan para tenaga kesehatan di RSUB menjadi menurun.

Salah seorang pegawai tenaga kesehatan dari profesi Perawat di RSUB yang dirahasiakan idenditasnya mengaku, keterlambatan pembayaran jasa BPJS itu telah berlangsung selama enam bulan.
Padahal, pihak BPJS Kesehatan telah membayar klaim untuk April dan Mei jasa BPJS tersebut kepada RSUB Sultra, pada September 2018 lalu.

“Kami sudah enam bulan belum menerima jasa BPJS dari pihak keuangan rumah sakit. Padahal gaji kami hanya bergantung pada jasa itu. Misalnya saja untuk transporter biasanya terima Rp1,3 juta/bulannya. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, saya dan sebagian teman-teman lainnya mencari pekerjaan sampingan diluar. Namun ini juga berdampak pada penurunan intensitas pelayanan di rumah sakit, mau diapa juga ini terpaksa kita cari sampingan karena kita belum terima gaji yang hanya bergantung pada jasa BPJS itu,” ujarnya.

Tidak hanya jasa BPJS, jasa lainnya seperti Inhealth, Jasa Raharja dan Antam, juga belum dibayarkan kepada para pegawai oleh pihak keuangan RSUB.

Padahal jasa dari ketiga perusahaan tersebut sudah dibayarkan ke pihak RSUB, namun lagi-lagi hal itu belum dibayar kepada para pegawai sejak 2017 sampai  Agustus 2018.

“Kami menduga ada indikasi penggelapan dalam pembayaran jasa tersebut kepada para pegawai. Pasalnya, kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan belum ada pemberitahuan kepada kami, khususnya pegawai,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Humas RSUB Sultra, Masyita, mengaku belum mengetahui atas kondisi tersebut.

“Kalau sampai saat ini saya belum ya, sudah berapa hari tidak di kantor karena keluarga saya sedang ada musibah di Palu,” ucap masyita, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Direktur RSUB Sultra, Yusuf Hamra, belum memberikan tanggapan kepada SultraKini.com saat dikonfirmasi.

Laporan: Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.