SP 2020: Jumlah Penduduk Sultra Didominasi Laki-Laki, Terbanyak di Konawe

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sensus Penduduk (SP) 2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki di Sulawesi Tenggara sebanyak 1,33 juta orang atau 50,69 persen sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 1,29 juta orang, atau 49,31 persen dari  jumlah penduduk di Sultra yang tercatat sebesar 2,62 juta jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, mengatakan dari kedua informasi tersebut, maka rasio jenis kelamin penduduk Sultra sebesar 103 yang artinya terdapat 103 laki-laki per 100 perempuan pada Tahun 2020. 

Lanjut dia, rasio jenis kelamin bervariasi menurut kelompok umur, secara umum, rasio jenis kelamin di Sultra Tahun 2020 menunjukkan pola yang semakin menurun dengan bertambahnya umur. 

“Rasio jenis kelamin tertinggi pada kelompok umur 0-4 tahun sebesar 108 dan terendah pada kelompok umur 70-74 tahun yaitu sebesar 87,” ujar Agnes, Kamis (21/1/2021).

Masih lanjut Agnes, rasio jenis kelamin pada umur 70-74 tahun yang sebesar 87 mengindikasikan bahwa jumlah penduduk lansia perempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk lansia laki-laki.

“Hasil SP2020 menunjukkan rasio jenis kelamin di level kabupaten/kota secara umum selaras dengan level provinsi, yaitu penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan,” kata Agnes.

Namun demikian, terdapat beberapa kabupaten/kota yang penduduk perempuannya lebih banyak daripada laki-laki. 

“Kalau kita lihat dari 17 kabupaten/kota di Sultra, 14 Kabupaten/kota memiliki rasio jenis kelamin diatas 100 dan hanya 3 kabupaten/kota yang rasio jenis kelaminya dibawah 100, yaitu Kabupaten Muna Barat, Muna dan Kota Bau-bau,” ungkap Agnes.

Sementara, kabupaten dan kota dengan rasio jenis kelamin tertinggi adalah Konawe diikuti Konawe Utara dan Kolaka Timur, sedangkan kabupaten/kota dengan rasio jenis kelamin terendah adalah Muna.

Selain itu Agnes, juga menjelaskan profil penduduk Sultra berdasarkan usia produktif. Tercatat proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 45,20 persen pada tahun 2000 menjadi 26,9 persen pada tahun 2020. Dalam periode yang sama penduduk usia kerja 15-64 tahun meningkat dari 52,02 persen menjadi 68,61 persen. Sedangkan penduduk usia 65 tahun keatas naik dari 2,77 persen menjadi 4,48 persen.

“Penduduk usia 0-14 tahun termasuk kelompok penduduk belum produktif dan penduduk usia 65 tahun keatas merupakan penduduk yang sudah tidak produkstif, sementara penduduk usia 15-64 tahun adalah kelompok penduduk produktif,” terang Agnes. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.