Pilkada koltim

Tiongkok Negara Tujuan Utama Ekspor Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Januari sampai Juli 2019 ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikkan 57,35 persen dibanding periode yang sama pada 2018. Begitu pun volume ekspornya naik sebesar 12,40 persen.

“Secara kumulatif total ekspor Sultra Januari-Juli 2019 tercatat US$922,46 juta atau naik 57,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Begitu pula volume ekspor kumulatif Januari-Juli 2019 mengalami kenaikkan 12,40 persen dibanding Januari-Juli 2018, yaitu dari 5.273,20 ribu ton menjadi 5.926,85 ribu ton,” jelas Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud, Jumat (6/9/2019).

BPS Sultra mencatat nilai ekspor pada Juli 2019 naik sebesar 25,10 persen dibanding Juni 2019, yaitu dari US$119,99 juta menjadi US$150,11 juta. Sedangkan volume ekspor turun 6,74 persen dibanding Juni 2019, yaitu dari 621,93 ribu ton menjadi 579,99 ribu ton.

Ditambahkan Edy, jika dicermati perkembangannya nilai ekspor langsung Sultra pada Juli 2019 mengalami peningkatan 10,21 persen dibanding Juni 2019, yaitu dari US$108,51 juta menjadi US$119,59 juta. Sedangkan, volumenya turun 7,98 persen dari 617,21 ribu ton pada Juni 2019 menjadi 567,93 ribu ton pada Juli 2019.

Ekspor Sultra Juli 2019 didominasi kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$133,27 juta; kelompok komoditas biji, kerak, dan abu logam di urutan kedua dengan nilai US$14,90 juta; dan kelompok komoditas ikan dan udang di urutan ketiga senilai US$1,55 juta.

Pilkada

Negara tujuan ekspor utama Sultra pada Juli 2019, yaitu Tiongkok, India, Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masing-masing US$123,30 juta, US$17,38 juta, US$31,96 juta, US$5,56 juta, dan US$0,84 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,30 persen dari total ekspor Sultra pada periode Juli 2019.

“Selama periode Januari-Juli 2019, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama terbesar dengan nilai US$743,11 juta (80,56 persen), diikuti India dengan nilai US$116,23 juta (12,60 persen), dan Taiwan US$24,80 juta (2,69 persen),”
terangnya.

Ekspor Sultra Juli 2019 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$135,09 juta (89,99 persen), sektor pertambangan US$14,90 juta (9,92 persen), dan sisanya sektor pertanian US$0,12 juta (0,08 persen).

“Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari 2019 sampai Juli 2019, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 82,10 persen, ekspor produk pertambangan 17,70 persen, sisanya 0,20 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian,” tambahnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.