Wali Kota Kendari Berharap SNNU Berikan Angin Segar Nelayan

SULTRAKINI.COM: Pengurus Wilayah Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Sulawesi Tenggara resmi dilantik, Sabtu (6/2/2021). Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang turut hadir mengharapkan SNNU dapat memberikan angin segar bagi nelayan dalam potensi pengelolaan hasil laut menjadi lebih baik.

Pelantikan sekaligus Rapat Kerja pengurus SNNU ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) H Witjaksono, dan disaksikan oleh WaliKota Kendari, Danlanal Kendari, dan Forkopimda lainnya serta sejumlah pengurus serikat.

Sulkarnain mengatakan sangat merespon baik dengan adanya pengurus yang baru SNNU. Pasalnya, begitu banyak potensi kelautan yang bisa dikelolah dalam peningkatan  ekonomi masyarakat ditengah Pandemi.

“Kita dibukakan suatu fikiran bahwa negara kita memiliki potensi laut yang luar biasa. Kami sangat senang, peran anak muda kali ini sangat besar dalam pemanfaatan dan menjadi pemain utama perputaran ekonomi kita terkhusus dalam pengelolaan potensi kelautan kita,” jelas Sulkarnain, saat menghadiri pelantikan SNUU di Kota Kendari, Sabtu ( 6/2/2021).

Selain itu, Ia juga sangat berharap  dengan dibentuknya serikat ini maka seiring dengan terciptanya lapangan kerja, apa lagi dimasa sulit seperti saat ini yaitu ditengah Covid-19.

“Kebetulan saya diangkat sebagai  pembina dan dalam waktu dekat sudah ada yang akan ditindak lanjuti dan akan kita koneksikan dengan perusahaan  daerah yang kita bangun di Kota Kendari  dan ini bisa mempercepat  investasi,” ungkapnya  

Selain itu, Sulkarnain meminta melalui setrikat nelayan ini bisa memberikan masukkan untuk Kementerian Kelautan mengenai fasilitas agar nelayan akan semakin baik nantinya, jika fasilitas dan sarananya baik dan rapi tentu kesejahteraan sudah pasti.

“Penyimpanan pendingin yang kita punya saat ini cukup menampung 100 ton  dan kata beliau tadi (Ketua Umum SNNU) bahwa bisa di upgrade hingga 100 ton sehingga kemungkinan siklus ikan kita tidak akan bergantung pada musim sehingga pada saat musim melimpah bisa disimpan di penyimpanan pendingin dan kondisi ikan tidak akan berubah,” ucap Sulkarnain

Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) H Witjaksono mengharapkan, pelantikan pengurus wilayah dan pengurus cabang  SNNU yang ada di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara ini juga turut memberikan kontribusi positif disektor nelayan.

“Jadi dengan pelantikan ini komitmen kita adalah yang pertama meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, yang kedua pemberdayaan dan peningkatan secara sosial dan kebudayaan. Dua target itu dari ulama-ulama pengurus besar Nahdlatul Ulama yang tertransformasi itu juga harus turun ke bawah melalui pengurus wilayah dan pengurus cabang,” ucap Witjaksono.

Ia juga berharap kedepan pengurusan wilayah bisa punya program sendiri. Begitu juga pengurusan cabang juga harus punya program sendiri sesuai dengan karakter wilayah dan cabangnya masing-masing, sehingga pengurus pusat dengan programnya dapat tertransformasi sampai ke wilayah dan cabang.

“Jadi, nanti program yang berbeda antara pusat, wilayah maupun cabang bisa selaras dan sejalan,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan perihal program asuransi kepada nelayan nantinya akan melibatkan beberapa pihak baik itu dari asuransi asing maupun asuransi lokal, karena ini angkanya cukup besar ada satu juta orang dan itu nilainya cukup besar tidak gampang dilakukan, tapi kita lebih mayoritaskan dan maksimalkan untuk segera deal.

“Target utamanya sekitar bulan April atau Mei sudah mulai keluar polisnya nanti,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan pada tahap awal akan dilakukan pendataan dari siapa-siapa yang akan menerima asuransinya. Jadi pihaknya akan mendata melalui sistem dan dimasukkan sampai mendapat rekomendasi siapa yang terima baru akan mengeluarkan polisnya.

“Siapapun juga, syaratnya adalah mereka mau berkontribusi untuk masyarakat dan itu memang masyarakat pesisir kita, tentunya kita akan pilih masyarakat yang dibawah garis kemiskinan bukan orang-orang kaya. Jadi, kita pilih orang miskin yang selama ini entah melaut kalau jatuh atau kecebur di laut dan meninggal gak tau siapa yang kasih uang. Kita berharap nanti kalau ada kecelakaan di laut kita bisa cover asuransinya meskipun kecil tapi rata,” bebernya.

Ia juga menegaskan yang diberikan bukan bantuan tapi itu adalah modal kerja. Jadi ia berharap para pengurus yang diamanahkan bisa benar-benar serius dalam menangani hal tersebut.

“Jadi ini butuh komitmen teman-teman siapa yang akan pegang. Kita bersedia untuk berikan stimulus tentunya modal tapi itu modalnya harus dikembalikan bukan bantuan, kalau bantuan tidak balik tapi ini bentuknya adalah modal dan harus balik. Kita akan lihat pelaku-pelaku UKM yang ada disini siapa yang akan berkomitmen dengan kita. Kendaraannya siap mungkin 3 atau 4 bulan lagi karena lagi di Rapid sekarang dan kalau ini sudah siap bisa berdiskusi nanti,” tutupnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.