Harga BBM Mahal, Ketua DPRD Wakatobi Minta Pemda Ambil Langkah Tegas dan Tepat

  • Bagikan
Ketua DPRD Wakatobi, Hamirudin. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Beberapa bulan terakhir harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara melonjak tinggi.

Harga BBM jenis Pertalite mencapai Rp 20 ribu per 1,5 liter; Pertamax Rp 20 ribu per 1,3 liter; dan Solar subsidi Rp 175 ribu hingga Rp 200 ribu per jerigen 20 liter. Padahal harga BBM ditetapkan oleh Pemerintah Pusat per liternya, yaitu Pertalite Rp 7.650; Pertamax Rp 12.750; dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter.

Hal ini mendapatkan respon keras dari DPRD Kabupaten Wakatobi. Hamirudin selaku Ketua dewan meminta Pemda segera mengambil langkah tegas dan tepat untuk mencari solusi terkait tingginya harga BBM di wilayah setempat.

Apalagi tingginya harga BBM berlangsung beberapa bulan terakhir ini tanpa adanya solusi dari Pemda hingga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, lonjakan harga tersebut tidak harus terjadi karena kuota BBM yang masuk ke Wakatobi tetap stabil.

“Masa BBM banyak beredar di masyarakat tapi harganya tinggi sekali. Dalam hukum ekonomi, makin banyak barang, harga barang akan makin murah, begitu sebaliknya. Tapi di Wakatobi hukum ekonomi itu tidak berlaku,” ucapnya, Selasa (24 Mei 2022).

Ditambahkannya, hal ini hanya butuh ketegasan dari Bupati agar dapat mengendalikan harga BBM.

Baca:   Wakatobi World Marine Heritage Masuk Nominasi API 2020

“Kuota BBM kita stabil, tinggal Pemda Wakatobi mengatur dan mengawasi transportir BBM maupun SPBU/APMS mensuplai BBM ke mana dan dijual ke siapa dan harganya berapa,” sambungnya.

Kata dia, tingginya harga BBM di tingkat pengecer dinilainya mereka membeli dari agen/suplayer dengan harga tinggi sehingga dijual juga dengan harga yang tinggi.

Untuk itu, dia mengajak Pemda Wakatobi dan kepolisian mengawasi peredaran dan harga BBM di masyarakat. (C)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan