Kadispora Sultra Dinilai Belum Paham Aturan, Prestasi Dayung Merosot

  • Bagikan
Pemerhati Olahraga Dayung Sultra, Arifin Godo. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM)
Pemerhati Olahraga Dayung Sultra, Arifin Godo. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pernyataan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tenggara, Jaya Bhakti dinilai belum memahami aturan dalam pembinaan atlet dayung di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sultra. Pasalnya, cabor dayung otomatis lolos dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), tidak melalui seleksi di Pekan Olahraga Wilayah (Popwil).

Pemerhati Olahraga Dayung Sultra, Arifin Godo, menuturkan awalnya ia berpikir jika ada aturan terbaru mengharuskan dayung PPLP melewati proses seleksi Popwil. Setelah dikonfirmasi kepada Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Pusat, ternyata cabor dayung secara otomatis berpartisipasi dalam ajang Popnas.

“Menurut BAPOPSI Pusat, selain dayung, ada beberapa cabor lain tidak melalui seleksi Popwil, di antaranya taekwondo, atletik, dan sepak takraw putri. Seharusnya, Kadiskepora juga memahami persoalan ini sebagai penanggungjawab pembinaan atlet di PPLP Sultra,” ujar Arifin, Selasa (23/10/2018).

(Baca: Atlet Dayung PPLP Diberangkatkan Ke Popwil)

Terkait hasil pertandingan di kejuaraan nasional (Kejurnas) antar PPLP dan SKO se-Indonesia di Baubau beberapa waktu, dinilai sebagai catatan buruk dalam prestasi PPLP Sultra. Menurut Arifin, tiga perak dapat diraih PPLP Sultra karena atlet asal Riau dan Jawa Barat tidak ikut berpartisipasi dalam Kejurnas tersebut.

Baca:   Tidak Disiplin dan Malas, ASN di Konut akan Dirompi Orange Bagai Tahanan

“Kalau dua provinsi ini ikut bertanding, tiga perak yang diraih Sultra kemungkinan akan menjadi tiga perunggu,” ucapnya.

Sehubungan prestasi atlet dayung PPLP, kata dia, jangan disamakan hasil yang diraih di Kejurnas dengan Popnas. Sebab Kejurnas PPLP dan SKO dengan Popnas memiliki skala berbeda.

Kejurnas pesertanya hanya PPLP dan SKO saja, sementara Popnas semua atlet berstatus pelajar bisa disertakan dalam pertandingan.

“Memang dalam Popnas lalu, Sultra cuma meraih satu perunggu, namun ajang Kejurnas PPLP dan SKO dayung PPLP Sultra meraih dua emas. Ukuran prestasi adalah jumlah medali diraih atlet, tidak perlu kita terlalu banyak komentar,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, atlet PPLP merupakan embrio pembinaan jangka panjang, olehnya itu sistem pembinaan mesti diperbaiki. Pola perekrutan dan manajemen pengelolaan PPLP juga harus dibenahi.

“Dalam sistem pembinaan harus jelas bidang keilmuan yang dimiliki oleh para pelatih. Jangan pelatih kayak dijadikan pelatih cano,” tambahnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan