Knalpot Bogar Ganggu Kenyamanan Warga, Satlantas Polres Konawe Rutin Razia

  • Bagikan
Kasatlantas Polres Konawe, AKP Sri Endang Fajar Ningsih. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Tingkat pelanggaran penggunaan knalpot racing atau dikenal bogar kebanyakan anak muda di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Tidak jarang jajaran Satlantas Polres Konawe harus merazia penggunaan knalpot ini lantaran mengganggu ketertiban di masyarakat.

Menurut Kasat Lantas Polres Konawe, AKP Sri Endang Fajar Ningsih, setiap tahun ada tren kenaikkan jumlah pemakaian knalpot bogar oleh masyarakat. Sepanjang 2021 saja, pihaknya menindak 50an unit kendaraan roda dua berknalpot bogar.

“Pemakaian knalpot bogar mempengaruhi naiknya angka kecelakaan yang rata-rata anak remaja. Ada juga memang knalpot standar, tapi dipreteli hingga suaranya nyaring,” jelasnya, Selasa (22 Juni 2021).

Mantan Kapolsek Baruga itu menambahkan, pihaknya sudah berupaya maksimal mengingatkan masyarakat agar kendaraannya menggunakan knalpot standar, namun kepatuhan aturan itu masih banyak dilanggar masyarakat.

“Sudah ditindaki dan ditilang masih juga pakai knalpot bogar,” ucapnya.

Satlantas Polres Konawe terus intens mensosialisasikan penggunaan knalpot standar, termasuk pada komunitas motor wilayah setempat. Hal ini bagian dari pencegahan terjadinya konvoi atau balap liar sambil memakai knalpot bogar. Termasuk meningkatkan razia pada malam hari utamanya akhir pekan.

“Kita juga lakukan sweeping tiap hari. Fokus kita saat ini, yaitu penindakan knalpot bogar. Apalagi malam minggu kita rutin adakan operasi,” tambahnya.

Baca:   Kepala SKPD Konawe Tuai Sorotan dari Fraksi di DPRD

Di tempat berbeda, seorang warga Kecamatan Ambekairi, Dedi, mengaku sangat terganggu dengan suara bising yang dihasilkan dari knalpot bogar di depan rumahnya. Ia meminta kepolisian bisa bertindak tegas hingga memberikan efek jera kepada pengendaranya.

“Ribut sekali suara motornya. Biasa ada yang lewat depan rumah terlebih malam hari saat tidur, bikin kaget saja, mereka suka mainkan gas dan berkelompok,” terangnya.

Resty, warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Apalagi sedang berkendara.

“Sangat mengganggu kalau kita sedang bawa motor, tiba-tiba lewat dengan bogarnya, kadang bikin kaget,” ujarnya. (B)

Laporan: Andi Nur Aris. S
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan