Masuk Level 2, Pemda Buton Tetap Terapkan PPKM

  • Bagikan
Bupati Buton, La Bakry bersama jajarannya. (Foto: Dok. Diskominfo dan Persandian Buton)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara tetap menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 2 Agustus 2021. Hal tersebut dikatakan Bupati Buton, La Bakry saat mengunjungi masyarakat di Kecamatan Siontapina.

La Bakry mengatakan, PPKM dilakukan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagaimana perpanjangan PPKM tidak hanya berlaku bagi wilayah berstatus level 4 dan level 3, namun wilayah dengan kategori level 2 dan level 1 tetap harus memberlakukan instruksi Mendagri tersebut.

Khusus Kabupaten Buton dan Buton Selatan saat ini berada dalam kategori level 2 (Zona Kuning). Namun La Bakry menegaskan agar pemerintah dan masyarakat tidak lengah terhadap situasi ini, sehingga pihaknya memutuskan untuk tetap menerapkan PPKM.

“Mari bersama-sama membangun kesadaran kita untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dimulai dari diri kita, keluarga kita, tetangga kita, dan masyarakat kita dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan membatasi kapasitas perkumpulan masyarakat,” ucapnya, Selasa (27/7/2021).

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Bupati La Bakry juga mengimbau masyarakat tidak meninggalkan rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak, terutama jika mengalami gejala-gejala Covid-19.

“Langsung saja mengambil langkah awal untuk pencegahan, yaitu isolasi mandiri, minum vitamin, berjemur di bawah sinar matahari pagi,, dan makan makanan sehat yang mudah ditemui di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Baca:   Terkait Honor Aparat Desa, Kery: Kita Selesaikan Secepatnya

Selain tetap mematuhi protokol kesehatan, La Bakry mengimbau masyarakat menjaga pola makan sehat, seperti banyak mengkosumsi sayuran, ikan, dan telur sehingga tetap terjaga imun tubuh dengan menghindari hal-hal yang menyebakan ketakutan dan kecemasan berlebihan.

“Kita harus bersyukur bahwa alam kita menyediakan apa yang kita butuhkan, sinar matahari yang cukup, ikan dan sayuran segar utamanya daun kelor yang mudah kita tanam,” tambah La Bakry. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan