Mogok Kerja PHL, PNS RSUD Konut Dibuat Kewalahan

  • Bagikan
Gedung RSUD Konawe Utara. (Foto: Arifin Lapotende/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara, kewalahan melayani pasien usai ditinggal puluhan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang mogok kerja. Pihak RSUD Konut terpaksa membagi tiga shift atau waktu kerja para Pegawai Negeri Sipil, Rabu (24/5/2017).

Kepala Tata Usaha RSUD Konut, Riska mengakui dirinya bersama 58 PNS kewalahan menjaga sekitar 18 ruangan di dalam rumah sakit. Akibatnya hanya 38 pegawai yang bisa memberikan pelayanan kesehatan, sebab masing-masing telah memiliki profesi dan wewenang.

“Dengan adanya aksi mogok PHL, kami kewalahan dengan jumlah PNS yang sedikit dan harus di bagi tiga shift, pagi, siang, malam untuk menjaga semua ruangan di RSUD, ” terangnya melalui sambungan WhatsApp, Rabu (24/5/2017).

Aksi mogok PHL terjadi sejak 22 Mei 2017. Mereka mengaku belum diberikan honor sejak lima bulan terakhir oleh pihak RSUD Konut. Janji pemberiannya juga belum jelas, sehingga pegawai tersebut, memutuskan mogok kerja sampai honor diberikan.

(Baca: Pegawai RSUD Konut Mogok Kerja)

Meski demikian, Riska membantah pelayanan terhadap pasien terhambat oleh aksi mogok tersebut. Ia juga berharap honor para PHL segera dibayarkan agar mereka bisa kembali aktif bekerja.

“PHL mogok tetapi pelayanan tetap berjalan meski harus stay full 24 jam. Kami berharapa agar cepat diselesaikan persoalan tersebut. Karena kalau begini terus, satu persatu Pegawai Negeri Sipil di RSUD bisa tumbang karena kelelahan,” ucap Riska.

Baca:   Penerima BSPS di Buteng Berasal dari 8 Desa/Kelurahan

Hal senada turut dirasakan Direktur RSUD Konut, Hasrawan. Ia menyatakan aksi mogok PHL mempengaruhi kinerja tenaga medis.

“Karena mereka yang selama ini diharapkan untuk memberikan pelayanan, dokter atau pun bidan juga tidak bisa berbuat apa tanpa bantuan para perawat,” jelasnya beberapa waktu lalu.

  • Bagikan