Realisasi Reklamasi Eks Lahan 11 IUP di Blok Mandiodo Konut Dipertanyakan

  • Bagikan
Citra setelit peta lokasi eks 11 IUP di Blok Mandiodo. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KONUT – Pemuda lingkar tambang mempertanyakan realisasi kewajiban reklamasi di eks lahan 11 izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, hingga kini kondisi alam di Blok Mandiodo kini tengah rusak, namun kewajiban reklamasi belum juga ditunaikan oleh pihak pemilik IUP.

Pemuda lingkar tambang di 4 desa yakni, Tapunggeaya, Mandiodo, Tapuemea, dan Mawundo mendesak agar reklamasi segera dilakukan.

Perwakilan pemuda lingkar tambang Leo mengatakan, kondisi bekas galian penambangan yang dilakukan 11 perusahaan itu sangat memprihatinkan.

Ke-11 perusahaan itu yakni, PT Sriwijaya Raya, PT Wanagon Anoa Indonesia, PT Sangia Perkasa Raya, PT Malibu, PT KMS 27, PT Jafar indotech, PT James dan Armando Pundima, PT Mughni Energi Bumi, PT Rizki Cahaya Makmur, Ana Konawe CV dan PT Avery Raya.

“Bentang alam banyak berubah dan banyak lubang menganga yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya reklamasi dan perbaikan lingkungan,” kata Leo saat ditemui di Kendari, Minggu (28/11/2021).

Menurut Leo, jika bekas galian tersebut tidak segera direklamasi, maka dampak kerusakan lingkungan akan makin parah.

Leo pun mendesak 11 perusahaan penambang di lahan yang kini menjadi milik PT Antam Tbk itu segera direklamasi.

Baca:   Kemah Tanggap Bencana di Konut: Pedagang Senang Sekaligus Sedih Acaranya Singkat

“Karena berpotensi besar membahayakan lingkungan sekitar, termasuk masyarakat dan makhluk hidup di sekitarnya,” tegasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan