Relawan HATI: Setahun Memimpin Visi Misi Haliana – Ilmiati Belum Terwujud

  • Bagikan
Masa aksi Relawan HATI dihadang oleh petugas Satpol-PP saat memaksa masuk ke kantor Bupati Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Masa aksi Relawan HATI dihadang oleh petugas Satpol-PP saat memaksa masuk ke kantor Bupati Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Refleksi satu tahun kepemimpinan Haliana-Ilmiati Daud (HATI) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi diwarnai aksi demontrasi dari berbagi kalangan, diantaranya Koalisi Parlemen Jalanan dan Relawan Milenial HATI, Selasa (5 Juni 2022).

Jalannya aksi sempat memanas karena masa memaksa masuk untuk memeriksa pejabat di dalam kantor Bupati Wakatobi yang tak kunjung ditemui untuk berdialog, namun dihadang oleh petugas Satpol-PP. 

Demonstran menilai satu tahun kepemimpinan HATI ini gagal karena belum ada satupun visi dan misi mereka yang terealisasi.

“Sudah satu tahun lebih Haliana dan Ilmiati Daud memimpin Wakatobi ini, namun tidak ada satupun visi dan misi mereka terealisasi,” kata Koordi Aksi Relawan Milenial HATI, Emen Lahuda.

Ia menantang, Bupati Wakatobi Haliana untuk dialog terbuka terkait realisasi visi dan misi selama setahun kepemimpinan mereka.

“Mana itu janji kampanye saat Pilkada Rp 1 miliar perdesa yang dijanjikan ke masyarakat Wakatobi,” tegasnya.

Emen Lahuda mengungkapkan, era kepemimpinan Arhawi sebagai Bupati Wakatobi ia selalu mengontrol program kerjanya, namun jika dibandingkan dengan kepemimpinan Haliana ini jauh berbeda, karena sampai satu tahun kepemimpinannya belum ada visi dan misi yang terealisasi.

Mereka juga menyoroti sejumlah program kerja HATI yang dinilai hanya membuang-buang anggaran negara tanpa ada efek untuk kemaslahatan masyarakat Wakatobi diantaranya, bawang merah dan udang vaname.

Baca:   Jika Terpilih Nanti, Pasangan HATI Janji Adakan Listrik 24 Jam di Dua Pulau

Dia menduga ada korupsi dalam pengadaan bawang merah yang menelan anggaran sekitar Rp 400 juta karena hingga saat ini tidak ada produksi Bawang Merah pasca dilaunching. Begitu juga dengan program pengadaan launching Udang Vaname.

“Prestasi bupati saat ini hanya mendapatkan tiga rekomendasi dari KASN karena melanggar undang-undang ASN,” ucapnya.

Orator lain, Safar, meminta Bupati Wakatobi Haliana mengakui bahwa satu tahun kepemimpinannya ini gagal karena tidak ada visi dan misinya yang terealisasi.

“Perubahan yang dijanjikan, ternyata perubahan kearah yang lebih buruk,” paparnya.

Sekira dua jam lebih menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Wakatobi tak satupun pejabat Pemda Wakatobi yang datang menemui mereka, hingga terpaksa membubarkan diri. (B)


Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan