Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Hugua: Era 5.0 Butuh Manusia Disiplin

  • Bagikan
Sosialisasi empat pilar kebangsaan anggota DPR RI Hugua di Wakatobi saat berlangsung. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Anggota DPR RI, Hugua menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di salah satu Resort di Kabupaten Wakatobi, Jumat (3/12/2012).

Sosialisasi yang bertemakan peluang dan tantangan empat pilar kebangsaan di era society 5.0 dihadiri oleh Sekda Sultra Nur Endang Abbas, Bupati Wakatobi Haliana, anggota DPRD Sultra Nursalam Lada, dan Sekda Wakatobi La Jumadin.

Hugua mengatakan, diera society 5.0 ini masyarakat dituntut agar dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 seperti internet on things (internet untuk segala sesuatu), artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. 

Menurut dia, society 5.0 juga dapat diartikan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Sehingga sangat dibutuhkan masyarakat yang terampil, disiplin dan bertanggung jawab agar dapat menjawab tantangan di era 5.0 ini.

“Di era 5.0 ini manusia hidup indufidual. Ini juga menyatunya dunia online dan offline, sehingga dibutuhkan manusia yang punya disiplin dan tanggung jawab. 80 persen dari empat pilar ini untuk membangun jiwa manusia,” kata mantan Bupati Wakatobi dua periode ini.

Sehingga ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini dasar etika moral sebagai orang yang terdidik dapat dipahami oleh masyarakat.

Baca:   Jika Terjadi Lockdown, Arhawi: Saya Siap Hadirkan Armada Lautku

“Jadi empat pilar ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dan memahami kita ini adalah bangsa yang lagi bertarung secara internasional, sehingga kita harus meningkatkan etika dan moral,” paparnya.

Ia meyakini, 10 tahun kedepan sumber daya manusia (SDM) di Wakatobi mendominasi Sultra karena memiliki daya saing dan trampil yang hebat.

“Sosialisasi ini sebenarnya untuk menanamkan idiologi kepada mereka (masyarakat) untuk memiliki identitas, karakter, untuk berkiprah di manapun,” ucapnya. (C)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan