Tarik Diri Ridwan Bae dan Arah Pucuk Beringin di Pilgub Sultra

  • Bagikan
Ridwan Bae (Foto: Didul Interisti/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ridwan Bae resmi mengundurkan diri dari pencalonan gubernur Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/9/2017). Meski diusung DPD I dan DPD II Partai Golkar sebagai figur tunggal pada 29 April 2017 lalu, ia tetap kukuh menarik diri. Alasannya, ingin membesarkan partai beringin di Sultra.

“Saya mundur justru untuk lebih mendorong dan meningkatkan harkat dan martabat partai melalui kemenangan pemilu untuk Golkar di Sultra. Saya ingin betul setiap daerah harus memenuhi satu pintu termasuk provinsi,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sultra ini, Sabtu (23/9/2017).

Terkait alasan membesarkan partai, mantan bupati Muna dua periode ini menegaskan bahwa calon yang akan didukung nanti mesti punya komitmen juga untuk membesarkan Golkar di pemilu 2019 mendatang.

Selain alasan ingin membesarkan partai, dalih lain yang dikemukakan yakni untuk mempersiapkan kader yang ada di Sultra dapat ditampilkan di masa mendatang. “Diperlukan satu pemikiran yang jauh, sebab saya melihat bahwa kita perlu mempersiapkan kader Golkar yang pada saatnya kita tampilkan lebih sempurna,” kata  Anggota DPR RI ini.

Saat ini Ridwan Bae di DPR RI tergabung di Komisi V yang membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pembangunan pedesaan serta kawasan tertinggal. Selain itu, ia juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR RI.

Baca:   Persiapan Akreditasi Puskesmas di Mubar pada 2017 Mulai Dibahas

Sementara menurut Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Dr. Muhammad Najib Husain, tanda Ridwan Bae tak akan maju di pemilihan gubernur Sultra terlihat saat ia melakukan sosialisasi hanya melalui baliho tanpa diikuti dengan intens turun ke lapangan bertemu masyarakat. 

“Berbeda sekali dengan pilgub sebelumnya, di mana Ridwan bersosialisasi lebih terstruktur dengan turun ke daerah-daerah sampai menyewa helikopter,” jelasnya, Senin (25/9/2017). 

(Baca: Pilihan Ridwan Bae Keluar dari Bursa Pencalonan Gubernur Sultra)

Sebelumnya juga kepada SultraKini.Com pada 16 Agustus 2017, Ridwan Bae mengiyakan ketika ditanya mengenai hasil survey menjadi pertimbangan untuk maju atau tidak di pemilihan yang digelar 27 Juni 2018 mendatang. Meskipun pada waktu itu, ia juga tetap melihat kecenderungan apakah dirinya berpotensi atau tidak untuk maju.

Pasca mundurnya Ridwan Bae, posisi Golkar tentunya dipertanyakan akan menyerahkan tujuh kursinya ke calon yang mana. Tujuh belas DPD II Golkar pun telah merekomendasikan dua nama, Asrun dan LM Rusman Emba.

Tak ada nama Ali Mazi yang notabene juga pernah menjadi Ketua DPD I sebelum Ridwan Bae. Begitu pula nama Lukman Abunawas yang merupakan mantan Ketua DPD II di Konawe. Tak dijelaskan sebabnya, tetapi DPD II mengosongkan satu slot usulan nama dari tiga yang disyaratkan sesuai AD/ART partai tersebut.

Baca:   Lukman Nilai Putusan DKPP Aneh

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Terkait dua nama yang diusulkan, menurut Najib keduanya punya point masing-masing. Rusman sebagai Bupati Muna tentu memiliki basis di wilayah Muna dan Muna Barat.  Selain itu, ia juga punya kedekatan secara emosional dengan Golkar karena pernah menjadi legislator partai tersebut. Sedangkan Asrun di atas kertas juga dominan di sebagian besar wilayah daratan Sultra.

“Mengambil Golkar bisa menjadi pertimbangan Asrun untuk mendapatkan suara Muna dan Muna Barat. Tinggal bagaimana Asrun membangun komunikasi ke Ridwan,” jelas dosen Pascasarjana UHO ini.

Meski baru dua nama yang disebut akan dikirim ke DPP, tidak menutup kemungkinan calon lain yang akan menggunakan Golkar. DPP menjadi penentu dukungan akan diarahkan ke mana, sebab DPD hanya sebatas memberikan pertimbangan. Ridwan menegaskan ini usai Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus), Sabtu (23/9/2017) lalu.

Namun satu yang pasti menurut Najib, nama yang akan mendapatkan Golkar tak akan begitu saja menerima rekomendasi. Akan ada tawaran yang akan diajukan Ridwan Bae maupun Golkar, seperti yang dikemukakannya saat menyatakan mundur dari pencalonan gubernur. Apalagi dengan tujuh kursi yang dimiliki Golkar di DPRD Provinsi Sultra. Hanya butuh tambahan dua kursi lagi untuk dapat mengajukan calon gubernur.

Baca:   Soroti Kinerja Pemda Muna, Ridwan Bae Diminta Jangan Hanya 'Jago' Mengkritik

Laporan: Didul Interisti


Baca: 

Kader Golkar Daulat Ridwan Bae Jadi Cagub Sultra

DPP Golkar Belum Keluarkan Rekomendasi, Ridwan Minta Disurvei

  • Bagikan