Transaksi Saham Miliaran Perbulan, Enam Daerah Ini jadi Penyumbang Investor Terbanyak di Sultra

  • Bagikan
Kepala KP BEI Sultra, Ricky (Foto: Ist) 
Kepala KP BEI Sultra, Ricky (Foto: Ist) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP-BEI) Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan pertumbuhan investor di daerah terus meningkat. Tercatat Caturwulan II-2021 jumlah investor saham baru 4.703 SID (Single Investor Identification) dan investor pasar modal baru 11.263 SID.

Sementara rata-rata nilai transaksi para investor per bulan di tahun 2021 mencapai Rp 205.719.285.125,- naik hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata nilai transaksi saham di tahun 2020 sebesar Rp 75.217.055.760,-

Kepala KP-BEI Sultra, Ricky, mengatakan investor di Sultra didominasi generasi milenial yaitu dari usia 18-25 tahun sebanyak 4.950 SID dan total saham Rp 6.507.445.436,- disusul usia 26-30 tahun 2.033 SID total saham Rp 10.012.208.096,- ; kemudian usia 31-40 tahun 2.037 SID total saham Rp 32.873.845.539,- serta usia 40-100 tahun 1.720 SID total saham Rp93.383.497.680,-

“Mayoritas investor saham di Sultra berasal dari kaum milenial usia 18-30 tahun sebanyak 6.983 atau mencapai 64,6 persen dari total investor saham di Sultra, meskipun demikian dalam hal nilai asset saham usia 40 tahun ke atas memiliki nilai asset saham yang jauh lebih besar,” ujar Ricky, Selasa (28/9/2021), kemarin.

Jika dilihat dari struktur IHSG ada tiga sektor kecenderungan masyarakat Sultra berinvestasi yang cukup dominan ukurannya yakni sektor keuangan, sektor konsumer, dan sektor teknologi.

Menurut Ricky, khusus di Sultra pasar modal dapat menjadi alternatif sarana investasi bagi masyarakat. Lebih jauh lagi pasar modal dapat menjadi alternatif sumber permodalan bagi perusahaan untuk memperoleh permodalan yang dapat digunakan pendanaan di tengah Pandemi Covid-19.

Baca:   Awal 2019, DBD di Sultra Capai 462 Kasus

Jika diklasifikasikan jumlah investor per daerah tertinggi yaitu ada di Kota Kendari sebanyak 5.086 investor disusul Kabupaten Kolaka 1.959 investor, Kota Baubau 1.165 investor, Kabupaten Muna 777 investor, Kabupaten Konawe 605 investor, dan Kabupaten Konawe Selatan 602 investor, serta daerah lainnya 614 investor.

“Ada beberapa penyebab hingga daerah lain di Sultra belum berinvestasi diantaranya perbedaan infrastruktur (internet), tingkat literasi masyarakat, dan kebiasaan masyarakat dalam berinvestasi,” ungkap Ricky.

Untuk diketahui, galeri investasi di Sultra diantaranya Galeri Investasi Universitas Halu Oleo; Galeri Investasi Syariah STIE Enam Enam Kendari; Galeri Investasi Syariah IAIN Kendari; Galeri Investasi Syariah Universitas Muhammadiyah Kendari; Galeri Investasi Dayanu Ikhsanuddin; galeri Investasi Syariah Muhammadiyah Buton; Galeri Investasi Universitas Sulawesi Tenggara; Galeri Investasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo; Galeri Investasi Ammi Ana Wonua;

Galeri Investasi Edukasi SMA Swasta Satria Kendari; dan Galeri Investasi Edukasi SMK Swasta Satria Kendari. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan