Pilkada koltim

Belajar Bahasa Inggris Lewat Komunitas, Langkah Awal Milenial Hadapi MEA

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) saat ini, anak muda tidak hanya dituntut menguasai peluang bisnis dan teknologi. Alangkah baiknya mereka juga melek Bahasa Inggris. Biar lebih menarik, Kendari English Club (KEC) hadir menawarkan pembelajaran Bahasa Inggris melalui komunitas.

Saat ini pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya didapatkan di sekolah atau lembaga kursus, tetapi melalui komunitas.

KEC adalah salah satu komunitas di Kota Kendari yang konsen terhadap masalah tersebut. Founder Komunitas ini, Hasra sekaligus seorang Guru Bahasa Inggris di MAN 1 Kendari, mengaku pentingnya eksistensi bahasa Inggris di era MEA.

“Pada dasarnya kita tahu negara menuju era MEA, sudah wajib para anak muda tahu bahasa Inggris. Jangan sampai mereka kesulitan mengikuti zaman,” ujar Hasra, Sabtu (6/4/2019).

Kemampuan Bahasa Inggris orang Indonesia masih rendah. Hasil studi dilakukan oleh Education First (EF) tahun 2017, nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata negara Asia adalah 53,60. Sedangkan nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris di Indonesia adalah 52,15. Nilai tersebut masih berada di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia. (Kumparan.com)

Dalam dunia kerja saat ini, tidak jarang dibutuhkan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris. Misalnya, sertifikat Toelf, Ielts. Wawancara kerja pun kerap menggunakan bahasa Inggris.

“Kalau bisa berbahasa Inggris, itu menjadi nilai plus mendapatkan pekerjaan. Jadi bahasa Inggris itu sangat penting, khususnya kalangan anak muda,” tambahnya.

Komunitas Kendari English Club

Komunitas Kendari English Club (KEC) saat mengunjungi SDN 102 Abeli. (Foto: Dok. KEC)
Komunitas Kendari English Club (KEC) saat mengunjungi SDN 102 Abeli. (Foto: Dok. KEC)
Pilkada

KEC menggaungkan namanya pada 2018, dengan membawa visi Never Stop Learning English. Anggota KEC giat melakukan sejumlah kegiatan dan program dalam upaya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.

Setiap Minggu sore, anggota komunitas berjumlah 30 orang ini belajar bahasa Inggris di kawasan eks MTQ Kendari.

Anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai jurusan dan pemuda yang telah terjun di dunia kerja. Masing-masing anggota berbagi pengetahuan kepada anggota lainnya.

Materinya pun beragam, misalnya speaking (berbicara) dan grammar (tata bahasa). Kemampuan berbicara (speaking skill) menjadi fokus komunitas ini melalui metode presentasi, dialog, dan role play (permainan peran).

KEC juga giat berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah dasar.

Founder KEC, mengaku resah pada mata pelajaran Bahasa Inggris saat ini sudah tidak lagi menjadi mata pelajaran inti di sekolah dasar. Padahal Bahasa Inggris penting diperkenalkan sejak dini.

“Bahasa inggris sudah tidak menjadi mata pelajaran khusus lagi, hanya menjadi muatan lokal. Jadi tidak semua sekolah memiliki pelajaran Bahasa Inggris. Kasihan mereka bagaimana bisa hadapi bahasa Inggris di SMP. Kita hadir kenalkan dan ajarkan bahasa Inggris dengan cara fun (senang). Jadi anak-anak ketika mendengar bahasa Inggris sudah tidak asing lagi ketika lanjut ke jenjang SMP,” terangnya.

Selain kunjungan ke sekolah dasar, program siar Bahasa Inggris KEC lainnya adalah English Camp, English for a Day, dan Have Fun with English.

Laporan: Ade Putri&Nely
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.