BNNP Sultra “Intervensi” Ketahanan Keluarga dan Remaja Terhadap Bahaya Narkoba

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, melaksanakan kegiatan informasi dan edukasi melalui media konvensional tatap muka tingkat sekolah menegah atas dan swasta di salah satu hotel di Kendari, Kamis (5/3/2020).

Kegiatan edukasi dengan tema “Intervensi Ketahanan Keluarga dan Remaja Terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” tersebut, melibatkan kurang lebih 50 orang peserta yang terdiri dari guru bimbingan konseling (BK), wali siswa (komite sekolah), siswa/siswi, dari 10 SMA Negeri dan Swasta di Kendari.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa, guru BK dan wali siswa tentang model intervensi ketahanan keluarga dan remaja, serta mampu melakukan edukasi terhadap siswa lainnya agar mampu membangun kepercayaan diri sehingga dapat menumbuhkan ketahanan diri remaja terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Drs. Ghiri Prawijaya, mengatakan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan prekusor narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Olehnya itu harus ditangani secara baik dan komprehensif.

Apalagi katanya, khusus di Sultra angka prefalensi penyalahgunaan narkoba sudah sebesar 1,58 persen atau sejumlah 29.012 orang.

“Pemilihan keluarga merupakan faktor penting dalam menumbuhkan ketahanan diri remaja terhadap penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Fortune

Untuk itu, dia mengharapkan, peran orang tua dalam melakukan pengawasan dan pembimbingan terhadap anak atau keluarga sangat penting.

“Hal itu dapat dilakukan melalui frekuensi berkomunikasi antara orang tua dengan anak perlu lebih intens, pengasuhan orang tua yang demokratis, serta hubungan yang hangat, menjadi hal yang penting dalam membuat remaja memiliki ketahanan diri yang tinggi,” jelas Ghiri Prawijaya.

Ghiri juga menilai keluarga merupakan institusi sosial yang paling kuat dan berpengaruh dalam banyak hal. Keluarga merupakan awal dari pendidikan dan terbukti secara ilmiah pola asuh yang baik, menjadi faktor pelindung yang sangat kuat dalam mencegah penggunaan zat berbahaya, perilaku kekerasan remaja dan gangguan perilaku lainnya.

“Jadi pencegahan harus berawal dari keluarga, karena tantangan keluarga betul-betul mempunyai permasalahan komunikasi dalam keluarga,” pungkasnya.

Untuk optimalnya intervensi pada kegiatan ini, BNNP Sultra menyampaikan langsung beberapa materi penting diantaranya yang disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Harmawati, dengan judul Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba sebagai Upacaya Mewujudkan RI Era 4.0.

Pemateri selanjutnya yakni dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, Sartiah Yusran, dengan judul Pemanfaatan Media Konvensional Tatap Muka pada Lingkungan Pendidikan Di Tingkat SMA/Sederajat” dan dipandu oleh moderator Kasi Pencegahan, Mindrayatin.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.